Postprandial Hypotension

Diposting oleh Unknown on Rabu, 26 Februari 2014

DEFINISI
Postprandial hypotension adalah penurunan berlebihan pada tekanan darah yang terjadi setelah makan.
  • Pening, sakit kepala ringan, dan jatuh bisa terjadi.
  • Dokter mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah makan untuk mendiagnosa postprandial hypertension.
  • Makan sedikit, makan rendah karbohidrat sesering mungkin bisa membantu.

PENYEBAB
Postprandial hypotension terjadi hingga sepertiga orang tua tetapi hampir tidak pernah terjadi pada orang yang lebih muda. Hal ini lebih mungkin untuk terjadi pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau gangguan yang merusak pusat otak pengendali sistem syaraf otomatis (yang mengatur proses bagian dalam tubuh). Contoh pada beberapa gangguan adalah penyakit Parkinson, multiple system atrophy (Shy-Drager syndrome), dan diabetes.


GEJALA
Usus memerlukan darah dalam jumlah besar untuk pencernaan. Ketika aliran darah menuju usus setelah makan, detak jantung meningkat dan pembuluh darah pada bagian tubuh lainnya mengerut untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Meskipun begitu, pada beberapa orang tua, beberapa mekanisme kemungkinan tidak tercukupi aliran darah normalnya menuju usus, tetapi detak jantung tidak cukup meningkat dan pembuluh darah tidak cukup mengerut untuk mengendalikan tekanan darah, akibatnya, tekanan darah drop.

Postprandial hypotension bisa menyebabkan kepeningan, sakit kepala ringan, pusing, dan jatuh. Jika seorang tua mengalami gejala-gejala ini setelah makan, dokter mengukur tekanan darah sebelum dan setelah makan untuk memastikan jika postprandial hypotension adalah penyebabnya.

Orang yang mengalami gejala-gejala pada postprandial hypotension harus menggunakan obat-obatan anti hipertensi sebelum makan dan harus berbaring setelah makan. Menggunakan obat-obatan anti hipertensi dosis yang lebih kecill dan makan sedikit, sering makan rendah-karbohidrat bisa membantu mengurangi efek pada gangguan ini. Untuk beberapa orang, berjalan setelah makan membantu memperbaiki aliran darah, tetapi tekanan darah bisa jatuh ketika mereka berhenti berjalan.


PENGOBATAN
Menggunakan obat-obatan tertentu sebelum makan bisa membantu. Misal, obat-obatan nonsteroidal anti peradangan (NSAIDs) menyebabkan garam tersimpan dan dengan demikian meningkatkan volume darah. Kafein menyebabkan pembuluh darah mengerut. Kafein harus digunakan hanya sebelum makan pagi sehingga tidur tidak terganggu dan orang tersebut tidak menjadi toleran pada efek kafein.

Untuk orang yang mengalami gejala-gejala berat yang tidak bereaksi terhadap pengukur lainnya dan yang berada di rumah sakit, suntikan obat octreotide bisa membantu mengurangi jumlah aliran darah menuju usus.
Selengkapnya → Postprandial Hypotension

Aneurisma (Aneurysms)

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Aneurisma (Aneurysms) adalah suatu penonjolan (pelebaran, dilatasi) pada dinding suatu arteri, biasanya pada aorta. Penonjolan biasanya terjadi pada suatu daerah yang lemah pada dinding arteri. Aneurisma bisa terjadi di sepanjang aorta, tetapi 75% aneurisma muncul pada bagian aorta yang menuju ke perut. Aneurisma bisa berbentuk bulat (sakuler) atau seperti tabung (fusiformis). Sebagian besar berbentuk fusiformis.


PENYEBAB
Aneurisma aorta terutama merupakan akibat dari arteriosklerosis, yang menyebabkan lemahnya dinding aorta sehingga tekanan di dalam mendorong dinding menggembung keluar. Di dalam aneurisma sering terbentuk bekuan darah (trombus) dan bisa tersebar di sepanjang dinding aorta. Resiko anerurisma meningkat pada tekanan darah tinggi dan perokok sigaret.

Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang cenderung menderita aneurisma:

  • Kelainan bawaan (kelemahan pada dinding pembuluh darah)
  • Cedera atau luka tembak
  • Infeksi jamur atau bakteri pada dinding arteri
  • Peradangan pada aorta
  • Penyakit jaringan ikat turunan (misalnya sindroma Marfan)
  • Sifilis.
Pada sindroma Marfan, aneurisma sering ditemukan pada aorta asendens (bagian aorta yang langsung keluar dari jantung). Aneurisma juga dapat terjadi pada arteri-arteri lain selain aorta.


GEJALA
Sering tampak pembengkakan disertai massa yang berdenyut di daerah tempat aneurisma berada. Jika aneurisma pecah, akan timbul gejala tekanan darah rendah, denyut jantung yang cepat serta pusing. Aneurisma yang pecah memiliki resiko kematian yang tinggi.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, USG dan CT scan.


PENGOBATAN
Aneurisma terinfeksi pada arteri yang menuju ke otak sangat berbahaya dan perlu segera ditangani. Infeksi biasanya berasal dari bagian tubuh lainnya, terutama katup jantung. Seringkali perlu dilakukan pembedahan yang sangat beresiko.
Selengkapnya → Aneurisma (Aneurysms)

Erythromelalgia

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Erythromelalgia adalah sindrom langka dimana arterioles pada kulit membesar secara bertahap, menyebabkan rasa terbakar, membuat kulit terasa panas, dan membuat kaki dan, seringkali, tangan menjadi merah.


PENYEBAB
Biasanya, penyebab erythromelalgia tidak diketahui. Pada beberapa kasus, gangguan tersebut cenderung dimulai ketika seseorang berumur 20an atau lebih. Bentuk turunan langka pada erythromelalgia dimulai waktu lahir atau selama masa kanak-kanak. Biasanya jarang, gangguan berhubungan pada penggunaan beberapa obat-obatan, seperti nifedifine (sebuah anti hipertensi) atau bromocriptine (sebuah obat untuk mengobati penyakit Parkinson), tekanan darah tinggi, kekurangan darah, diabetes mellitus, systemic lupus erythematosus (lupus), rematik tulang, lichen sclerosus, gout, gangguan tulang belakang, atau multiple scelerosis.

Erythromelalgia biasanya terjadi 2 sampai 3 tahun sebelum gangguan yang mendasari terdiagnosa.


GEJALA
Gejala-gejalanya termasuk rasa terbakar pada kaki atau tangan, yang terasa panas dan kelihatan merah. Serangan biasanya timbul dengan suhu lingkungan lebih dari 84ºF (kira-kira lebih dari 29ºC). Gejala-gejalanya bisa tetap ringan untuk beberapa tahun atau bisa berlangsung dan menjadi benar-benar tidak mampu.


DIAGNOSA
Diagnosa berdasarkan pada gejala-gejala dan meningkatnya suhu kulit. Pemeriksaan, seperti penghitungan sel darah, biasanya dilakukan untuk membantu mengidentifikasi sebuah kasus.


PENGOBATAN
Pengobatan termasuk istirahat, mengangkat kaki atau tangan, dan mengoleskan kompres dingin pada kaki atau tangan atau merendamnya di dalam air dingin. Cara-cara ini kadangkala menghilangkan gejala dan mencegah serangan. Jika tidak ada gangguan yang dikenali, aspirin atau gabapetin bisa menghilangkan gejala-gejala. Meskipun begitu, aspirin tidak dapat menghilangkan gejala-gejala untuk bentuk yang dimulai sejak lahir atau selama masa kanak-kanak. Jika gangguan yang mendasari dikenali, mengobati gangguan tersebut bisa menghilangkan gejala-gejala.
Selengkapnya → Erythromelalgia

Penyakit Aorta Abdominalis & Percabangan

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Penyumbatan pada aorta abdominalis dan cabang utamanya bisa terjadi secara tiba-tiba maupun secara perlahan.


PENYEBAB
Penyumbatan total yang terjadi secara tiba-tiba biasanya terjadi jika:
- suatu bekuan yang terbawa oleh aliran darah tersumbat di dalam suatu arteri (emboli)
- penbentukan suatu bekuan (trombosis) di dalam arteri yang menyempit
- terjadi robekan pada dinding arteri (diseksi aorta).

Penyumbatan yang terjadi secara perlahan biasanya merupakan akibat dari aterosklerosis. Juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan otot abnormal di dalam dinding arteri atau penekanan dari suatu massa diluar arteri (misalnya tumor).


GEJALA
Penyumbatan Total Arteri Mesenterika Superior

Penyumbatan total dari arteri mesenterika superior (cabang utama dari aorta abdominalis), yang mengalirkan darah ke sebagian besar usus, merupakan suatu keadaan darurat. Penderita akan tampak sangat sakit dan merasakan nyeri perut yang hebat. Pada awal penyakit biasanya timbul muntah dan ada desakan untuk buang air besar. Bila dokter menekan perutnya, penderita hanya akan merasakan nyeri tumpul; sedangkan nyeri perut hebat yang dirasakan penderita biasanya lebih parah dan bersifat menyebar serta samar-samar.

Perut mungkin agak kembung. Pada pemeriksaan dengan stetoskop pada awalnya bising usus akan menurun, kemudian sama sekali tak terdengar. Di dalam tinja terdapat darah, yang pada awalnya hanya dapat ditemukan dengan pemeriksaan laboratorium. Tidak lama kemudian, tinja akan berwarna kemerahan. Tekanan darah turun dan penderita mengalami syok, sedangkan usus mengalami gangren (kematian jaringan).


Penyempitan Arteri Mesenterika Superior

Penyempitan arteri mesenterika superior yang terjadi secara perlahan, menyebabkan nyeri dalam waktu 30-60 menit setelah makan karena pada proses pencernaan, usus memerlukan lebih banyak darah. Nyerinya menetap, hebat dan biasanya terfokus pada pusar. Nyeri yang timbul menyebabkan penderita takut makan sehingga berat badan penderita sangat berkurang. Karena aliran darah ke usus menurun, maka penyerapan zat-zat gizi menjadi buruk dan terjadi penurunan berat badan.


Penyumbatan Arteri Renalis

Jika suatu bekuan tersangkut di dalam salah satu arteri renalis (cabang yang menuju ke ginjal), akan timbul nyeri secara tiba-tiba pada sisi yang bersangkutan dan air kemih menjadi berdarah. Penyumbatan yang terjadi secara perlahan pada arteri yang menuju ke salah satu maupun kedua ginjal, biasanya merupakan akibat dari aterosklerosis dan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi renovaskuler). Hipertensi renovaskuler merupakan 5% dari semua kasus hipertensi.


Penyumbatan Arteri Iliaka

Arteri iliaka adalah cabang aorta di bagian bawah yang melewati panggul dan menuju ke tungkai. Jika arteri iliaka tersumbat, maka kedua kaki secara tiba-tiba menjadi nyeri, pucat dan dingin. Denyut nadi di tungkai tak teraba dan tungkai mengalami mati rasa.

Jika penyempitan yang terjadi secara perlahan terjadi di dalam aorta bagian bawah atau di dalam salah satu dari arteri iliaka, maka pada saat berjalan penderita akan merasakan kelelahan otot atau nyeri di bokong, panggul dan betis. Pada pria, penyempitan aorta bagian bawah atau penyempitan kedua arteri iliaka sering disertai dengan impotensi.


Penyempitan Arteri Femoralis

Arteri femoralis adalah arteri yang berasal dari selangkangan dan menuju ke lutut. Jika terjadi penyempitan pada arteri femoralis, maka penderita akan merasakan nyeri betis ketika berjalan dan denyut nadi di sebelah bawah penyumbatan teraba lemah atau sama sekali tidak teraba.


DIAGNOSA
Untuk menentukan beratnya penyumbatan dilakukan pemeriksaan USG Doppler dan angiografi.


PENGOBATAN
Jika diduga terjadi penyempitan arteri mesenterika superior, segera dilakukan pembedahan untuk mengembalikan aliran darah dan menyelamatkan nyawa penderita. Pada penyumbatan arteri yang menuju ke usus yang terjadi secara perlahan, diberikan nitrogliserin untuk mengurangi nyeri perut, sedangkan untuk mengurangi penyumbatan harus dilakukan pembedahan.

Bekuan darah di dalam arteri hepatika dan arteri lienalis (cabang yang menuju ke hati dan limpa), biasanya tidak terlalu berbahaya. Meskipun penyumbatan menyebabkan cedera pada bagian dari hati atau limpa, tetapi untuk mengatasinya jarang perlu dilakukan pembedahan.

Untuk mengembalikan fungsi ginjal harus segera dilakukan pembedahan untuk mengangkat bekuan dari arteri renalis. Pada penyumbatan yang terjadi secara perlahan, kadang dilakukan angioplasti (memasukkan balon ke dalam arteri dan mengembangkannya untuk menghilangkan penyumbatan); tetapi biasanya bekuan harus segera diangkat atau dibuat jalan pintas melalui pembedahan.

Pembedahan darurat dapat menghilangkan penyumbatan mendadak dari aorta bagian bawah yang bercabang 2 menuju ke tungkai. Kadang bekuan bisa dilarutkan dengan menyuntikkan obat trombolitik (misalnya urokinase), tetapi bagaimanapun juga pembedahan memberikan hasil yang lebih memuaskan.
Selengkapnya → Penyakit Aorta Abdominalis & Percabangan

Akrosianosis (Acrocyanosis)

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Akrosianosis (Acrocyanosis)adalah warna kebiru-biruan tanpa rasa sakit pada kedua tangan dan kaki (lebih jarang) yang bersifat menetap. Kelainan ini biasanya terjadi pada wanita.


PENYEBAB
Penyebabnya adalah kejang yang tidak dapat diterangkan pada pembuluh darah kecil di kulit.


GEJALA
Jari tangan atau jari kaki dan tangan atau kaki terasa dingin terus-menerus dan kebiru-biruan serta berkeringat banyak, juga bisa terjadi pembengkakan. Suhu yang dingin biasanya akan menambah warna kebiruan dan penghangatan akan menguranginya. Tidak ditemukan rasa nyeri maupun kerusakan kulit.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang menetap, yang terbatas kepada tangan dan kaki penderita, disertai denyut nadi yang normal.


PENGOBATAN
Meskipun sangat jarang, untuk mengurangi gejala bisa dilakukan pemotongan saraf simpatis.
Selengkapnya → Akrosianosis (Acrocyanosis)

Penyakit Raynaud & Fenomena Raynaud

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Penyakit Raynaud dan Fenomena Raynaud adalah suatu keadaan dimana arteri-arteri kecil (arteriola), biasanya di jari tangan dan jari kaki, mengalami kejang, menyebabkan kulit menjadi pucat atau timbul bercak berwarna merah sampai biru. Istilah penyakit Raynaud digunakan jika tidak ditemukan penyebab yang pasti dan istilah fenomena Raynaud digunakan jika penyebabnya diketahui. Kadang pada mulanya penyebabnya tidak dapat didiagnosis, tetapi kemudian diketahui setalah sekitar 2 tahun. Sekitar 60-90% penyakit Raynaud terjadi pada wanita muda.


PENYEBAB
Kemungkinan yang menjadi penyebabnya adalah:
  • Skleroderma
  • Artritis rematoid
  • Aterosklerosis
  • Kelainan saraf
  • Berkurangnya aktivitas tiroid
  • Cedera
  • Reaksi terhadap obat tertentu (misalnya ergot, metisergid).

Beberapa penderita juga memiliki sakit kepala migren, angina varian dan tekanan darah tinggi dalam paru-parunya (hipertensi pulmoner). Adanya hubungan dengan penyakit-penyakti tersebut memberi kesan bahwa penyebab kejangnya arteri kemungkinan adalah hal yang sama yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut. Apapun yang merangsang sistem saraf simpatis (misalnya emosi atau cuaca dingin), bisa menyebabkan kejang arteri.


GEJALA
Kejang pada arteri kecil di jari tangan dan jari kaki terjadi dengan cepat dan paling sering dipicu oleh dingin. Hal ini bisa berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam. Jari tangan dan jari kaki menjadi putih, biasanya berbintik-bintik. Hanya satu jari tangan atau jari kaki, atau bagian dari satu atau beberapa jari tangan/kaki terlihat berubah menjadi bercak putih dan merah.

Pada akhir serangan, daerah yang terkena tampak berwarna lebih pink dari biasanya atau kebiruan. Jari tangan dan jari kaki bisa mengalami mati rasa, kesemutan, rasa tertusuk jarum atau rasa terbakar.

Menghangatkan tangan atau kaki akan mengembalikan warna dan sensasi yang normal. Tetapi pada fenomena Raynaud yang berlangsung lama (terutama jika disertai dengan skleroderma), perubahan kulit jari tangan/kaki bersifat menetap; kulit tampak licin, mengkilat dan kencang. Di ujung jari tangan/kaki bisa timbul luka terbuka yang terasa nyeri.


DIAGNOSA
Untuk membedakan antara penyumbatan dan kejang arteri, dilakukan pemeriksaan laboratorium sebelum dan setelah penderita terpapar oleh dingin.


PENGOBATAN
Penderita dapat mengendalikan penyakit Raynaud yang ringan dengan melindungi tubuh, lengan dan tungkainya terhadap dingin dan dengan meminum obat tidur yang ringan. Penderita harus berhenti merokok karena nikotin menyebabkan pengkerutan pembuluh darah. Untuk beberapa penderita, teknik relaksasi (misalnya biofeedback), bisa mengurangi kejang.

Penyakit Raynaud biasanya diobati dengan prazosin atau nifedipine. Bisa juga diberikan phenoxybenzamine, metildopa atau pentoxifylline.

Jika terjadi cacat dan tidak dapat diatasi dengan pengobatan lainnya, dilakukan pemotongan saraf simpatis untuk mengurangi gejala, tetapi berkurangnya gejala hanya berlangsung selama 1-2 tahun. Pembedahan ini (simpatektomi), biasanya lebih efektif dilakukan pada penderita penyakit Raynaud, bukan pada fenomena Raynaud.

Fenomena Raynaud diobati dengan mengobati penyakit penyebabnya. Bisa diberikan phenoxybenzamine. Obat-obat yang menyebabkan pengkerutan pembuluh darah (misalnya beta blocker, clonidine dan preparat ergot) bisa memperburuk fenomena Raynaud.
Selengkapnya → Penyakit Raynaud & Fenomena Raynaud

Penyakit Arteri Tungkai & Lengan

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Arteri di tungkai merupakan percabangan dari 2 cabang utama arteri abdominalis yang menuju ke tungkai (arteri iliaka). Penyakit pada arteri tungkai dan lengan bisa merupakan suatu penyempitan atau penyumbatan arteri (aterosklerosis) atau penyakit pembuluh darah perifer.


GEJALA
Pada penyempitan arteri tungkai yang terjadi secara perlahan, gejala pertamanya adalah nyeri, sakit, kram atau rasa lelah pada otot kaki selama melakukan aktivitas; atau disebut dengan klaudikasio intermiten. Bila berjalan, otot terasa sakit dan rasa nyeri lebih cepat timbul dan lebih berat jika penderita berjalan cepat atau mendaki. Yang paling sering terasa nyeri adalah betis; tetapi juga bisa mengenai kaki, paha, pinggul atau bokong, tergantung kepada lokasi penyempitan.

Nyeri bisa dikurangi dengan istirahat. Biasanya setelah 1-5 menit duduk atau berdiri, penderita bisa menempuh jarak yang sama dengan seperti sebelumnya, sebelum kemudian akan merasa sakit lagi. Nyeri yang sama pada saat melakukan aktivitas juga bisa disebabkan oleh penyempitan arteri di lengan. Sejalan dengan bertambah buruknya penyakit, jarak yang dapat ditempuh oleh penderita dalam keadaan tidak nyeri, menjadi lebih pendek. Pada akhirnya otot terasa sakit meskipun dalam keadaan istirahat.

Nyeri biasanya dimulai di tungkai bawah atau kaki, sifatnya berat dan menetap, dan akan memburuk jika penderita mengangkat tungkainya. Karena nyerinya penderita sering tidak dapat tidur. Untuk mengurangi nyeri, penderita bisa menggantung kakinya di samping tempat tidur atau istirahat duduk dengan kaki tergantung ke bawah.

Kaki yang sangat kekurangan aliran darah biasanya dingin dan mati rasa. Kulitnya mungkin kering dan bersisik dan kuku serta rambut tidak tumbuh dengan baik. Sejalan dengan bertambah buruknya penyumbatan, bisa timbul luka terbuka, terutama di jari kaki atau tumit dan kadang di tungkai bawah, terutama setelah mengalami cedera. Tungkai juga bisa mengecil. Penyumbatan yang sangat parah bisa menyebabkan kematian jaringan (gangren).

Penyumbatan total yang terjadi secara tiba-tiba pada arteri tungkai atau lengan, menimbulkan nyeri yang hebat, kedinginan dan mati rasa. Tungkai penderita tampak pucat atau kebiruan (sianotik). Denyut nadi di bawah bagian yang tersumbat tidak teraba.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik dimana denyut nadinya lemah atau sama sekali tidak teraba pada titik-titik tertentu di tungkai. Untuk menilai aliran darah yang menuju ke tungkai, dilakukan perbandingan dari tekanan darah di pergelangan kaki dan tekanan darah di lengan. Dalam keadaan normal, tekanan di pergelangan kaki minimal sebesar 90% dari tekanan di lengan; pada penyempitan yang berat, bisa mencapai kurang dari 50%.

Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan berikut:

  1. USG Doppler: suatu penguji ditempatkan diatas kulit dari arteri yang mengalami penyumbatan dan suara aliran darah yang terjadi menunjukkan beratnya penyumbatan
  2. Color Doppler: menghasilkan gambar dari arteri yang menunjukkan laju aliran yang berbeda dalam warna yang berbeda
  3. Angiografi: larutan yang bersifat opak (tidak tembus cahaya) terhadap sinar X disuntikkan ke dalam arteri. Kemudian dilakukan pemotretan rontgen untuk melihat kecepatan aliran darah, garis tengah arteri dan berbagai penyumbatan. Angiografi bisa diikuti dengan angioplasti untuk membuka arteri.

PENGOBATAN
Jika memungkinkan, penderita klaudikasio intermiten harus berjalan minimal selama 30 menit/hari. Jika timbul nyeri, harus berhenti sampai nyerinya hilang dan kemudian berjalan lagi. Dengan melakukan hal tersebut, biasanya penderita bisa menambah jarak tempuh dimana mereka dapat berjalan dengan nyaman; hal ini terjadi kemungkinan karena latihan dapat memperbaiki fungsi otot dan membuat pembuluh darah lain yang memasok darah ke otot, tumbuh lebih besar.

Penderita penyumbatan sebaiknya tidak mengkonsumsi tembakau dalam bentuk apapun. Mengangkat kepala tempat tidur setinggi 10-15 cm dengan balok, bisa membantu meningkatkan aliran darah ke tungkai.

Bisa diberikan obat seperti pentoxifylline sebagai usaha untuk memperbaiki pengiriman oksigen ke otot. Obat lainnya yang bisa diberikan adalah antagonis kalsium atau aspirin.


Perawatan Kaki

Tujuan dari perawatan kaki adalah melindungi peredaran darah ke kaki dan mencegah komplikasi dari peredaran darah yang buruk. Penderita dengan ulkus (luka terbuka, borok) di kaki memerlukan perawatan yang cermat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut yang menyebabkan perlunya dilakukan amputasi.

Luka harus dijaga agar tetap bersih, dibersihkan setiap hari dengan sabun yang ringan atau larutan garam dan ditutup dengan perban yang bersih dan kering. Penderita mungkin perlu menjalani tirah baring diatas tempat tidur yang bagian kepalanya lebih tinggi. Penderita yang juga menderita diabetes juga harus mengendalikan kadar gula darah sebaik mungkin. Bila setelah sekitar 7 hari, luka tidak juga membaik, segera hubungi dokter.

Seringkali diberikan salep antibiotik. Jika luka mengalami infeksi, biasanya antibiotik juga diberikan per-oral (lewat mulut). Penyembuhan baru akan terjadi setelah beberapa minggu bahkan beberapa bulan.


Angioplasti

Angioplasti seringkali dilakukan segera setelah angiografi. Dimasukkan sebuah selang dengan sebuah balon di ujungnya ke dalam bagian arteri yang menyempit dan kemudian balon digembungkan untuk menghilangkan penyumbatan. Prosedur ini tidak menimbulkan nyeri tetapi penderita mungkin merasa tidak nyaman karena harus berbaring cukup lama di atas meja rontgen yang keras. Diberikan obat tidur ringan, bukan anetesi total.

Sesudah prosedur ini bisa diberikan heparin untuk mencegah pembentukan bekuan darah di daerah tersebut. Bisa juga diberikan penghambat platelet seperti aspirin, untuk mencegah pembekuan. Untuk mengetahui hasilnya dan untuk meyakinkan bahwa penyempitan tidak terjadi lagi, dilakukan pemeriksaan USG.

Angioplasti tidak dapat dilakukan jika:
- penyempitannya luas
- menyebar ke tempat yang jauh
- arteri sangat mengeras.

Pembedahan perlu dilakukan jika:
- suatu bekuan darah terbentuk di daerah yang menyempit
- suatu bekuan pecah dan menyumbat arteri yang lebih jauh
- darah meresap ke dalam lapisan arteri, menyebabkan arteri menonjol dan menutup aliran darah
- terjadi perdarahan (biasanya karena heparin yang diberikan untuk mencegah pembekuan).

Selain balon, alat lainnya juga digunakan untuk mengurangi penyumbatan, seperti laser, pisau mekanik maupun selang ultrasonik.


Pembedahan

Pembedahan seringkali mampu mengurangi gejala, menyembuhkan luka terbuka dan mencegah dilakukannya tindakan amputasi. Kadang dilakukan pengangkatan suatu bekuan jika hanya suatu daerah kecil yang tersumbat. Atau dilakukan pencangkokan bypass, dimana suatu tabung yang terbuat dari bahan sintetik atau dari vena bagian tubuh yang lain, dihubungkan pada arteri yang tersumbat, di atas dan di bawah penyumbatan.

Pendekatan lainnya adalah dengan mengangkat bagian yang tersumbat atau menyempit dan menggantinya dengan suatu cangkokan. Memotong saraf di dekat penyumbatan (simpatektomi), akan mencegah kejang arteri dan sangat membantu dalam beberapa kasus. Jika perlu bisa dilakukan amputasi untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi, mengurangi nyeri yang terus menerus atau menghentikan gangren yang semakin memburuk; diusahakan untuk mengangkat sesedikit mungkin tungkai, terutama jika penderita merencanakan untuk menggunakan anggota gerak buatan.


PENCEGAHAN
Seseorang yang memiliki aliran darah yang buruk ke kaki, hendaknya melakukan beberapa tindakan pencegahan berikut:
  1. Setiap hari memeriksa kaki apakah terdapat retakan, luka terbuka, kutil atau kapalan
  2. Setiap hari mencuci kaki dengan air hangat dan sabun yang ringan, lalu mengeringkannya
  3. Untuk kulit yang kering, gunakan pelumas (misalnya lanolin)
  4. Untuk menjaga agar kaki tetap kering, gunakan bedak bubuk yang tidak mengandung obat
  5. Guntinglah selalu kuku-kuku ibu jari, tetapi jangan terlalu pendek
  6. Obati kutil dan kapalan
  7. Jangan menggunakan bahan kimia yang lengket maupun yang terlalu keras
  8. Gantilah kaos kaki atau stoking setiap hari
  9. Jangan menggunakan stoking yang ujungnya terlalu ketat
  10. Untuk menjaga agar kaki tetap hangat, gunakanlah kaos kaki wol yang longgar
  11. Jangan gunakan botol air panas atau bantalan pemanas
  12. Gunakan sepatu yang nyaman dan memiliki ruang yang cukup untuk jari-jari kaki
  13. Jika kaki memiliki kelainan bentuk, gunakanlah sepatu khusus
  14. Jangan menggunakan sepatu terbuka atau berjalan tanpa alas kaki.
Selengkapnya → Penyakit Arteri Tungkai & Lengan