Diseksi Aorta

Diposting oleh Unknown on Rabu, 26 Februari 2014

DEFINISI
Diseksi Aorta (Aneurisma yang terbelah, Hematoma yang terbelah) adalah suatu keadaan yang sering berakibat fatal, dimana lapisan dalam dari dinding aorta mengalami robekan sedangkan lapisan luarnya utuh; darah mengalir melalui robekan dan membelah lapisan tengah serta membentuk saluran baru di dalam dinding aorta.

Diseksi Aorta


PENYEBAB
Sebagian besar diseksi aorta merupakan akibat dari kerusakan pada dinding arteri. Yang paling sering menyebabkan kerusakan pada dinding arteri ini adalah tekanan darah tinggi, yang ditemukan pada lebih dari 65% penderita.

Penyebab lainnya adalah:

  • Penyakit jaringan ikat turunan (sindroma Marfan dan sindroma Ehlers-Danlos)
  • Kelainan bawaan pada jantung dan pembuluh darah (koartasio aorta, patent ductus arteriosus dan kelainan pada katup aorta)
  • Arteriolosklerosis
  • Cedera.
Meskipun jarang, suatu diseksi bisa terjadi ketika dokter memasukkan selang ke dalam suatu arteri (misalnya pada aortografi atau angiografi) atau ketika melakukan pembedahan jantung dan pembuluh darah.


GEJALA
Penderita mengalami nyeri yang sangat luar biasa, yang muncul secara tiba-tiba. Sebagian besar penderita menggambarkan dadanya seperti dicabik-cabik atau dirobek. Nyeri juga sering dirasakan di punggung, diantara kedua bahu. Nyeri sering mengikuti jalannya pembelahan di sepanjang aorta.

Pembelahan terus berlanjut, bisa menyebabkan terututupnya daerah dimana satu atau beberapa arteri berhubungan dengan aorta. Tergantung kepada arteri mana yang tersumbat, bisa terjadi stroke, serangan jantung, nyeri perut mendadak, kerusakan saraf yang menyebabkan kesemutan dan ketidakmampuan menggerakan anggota badan.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang khas. Pada pemeriksaaan fisik, 65% penderita memiliki denyut nadi yang lemah atau sama sekali tidak teraba di tungkai dan lengan. Diseksi aorta yang arahnya berbalik menuju ke jantung, bisa menyebabkan murmur, yang bisa terdengar melalui stetoskop.

Bisa terjadi penimbunan darah di dada. Darah dari suatu diseksi yang merembes ke sekitar jantung bisa mengganggu denyut jantung dan menyebabkan tamponade jantung. Foto rontgen menunjukkan pelebaran aota pada 90% penderita yang memiliki gejala. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan USG.


PENGOBATAN
Penderita dirawat di ruang perawatan intensif, dimana tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah dan laju pernafasan) diawasi secara ketat. Kematian bisa terjadi dalam beberapa jam setelah terjadinya diseksi aorta. Karena itu segera diberikan obat untuk menurunkan denyut jantung dan tekanan darah sampai level yang terendah, untuk mempertahankan pasokan darah yang cukup ke otak, jantung dan ginjal.

Segera setelah diberikan obat-obatan, diputuskan apakah perlu dilakukan pembedahan atau cukup dengan melanjutkan pemakaian obat-obatan. Hampir selalu dianjurkan untuk dilakukan pembedahan pada diseksi yang melibatkan aorta yang letaknya sangat dekat dengan jantung. Untuk diseksi yang letaknya lebih jauh, biasanya diatasi dengan cara melanjutkan pemakaian obat-obatan; kecuali jika diseksi menyebabkan bocornya darah dari arteri dan penderita memiliki sindroma Marfan, maka dilakukan pembedahan.

Selama pembedahan dilakukan:
- pengangkatan sebanyak mungkin daerah aorta yang mengalami diseksi
- pencegahan masuknya darah ke saluran yang salah
- perbaikan aorta dengan cangkok buatan.

Jika katup aorta bocor, bisa sekaligus diperbaiki atau diganti.


PROGNOSIS

Sekitar 75% penderita yang tidak diobati akan meninggal dalam 2 minggu pertama. 60% penderita yang diobati dan bertahan dalam 2 minggu pertama, bertahan hidup sampai 5 tahun setelah pengobatan; 40% bertahan hidup sampai 10 tahun setelah pengobatan. Penderita yang meninggal dalam 2 minggu pertama, sekitar 30% meninggal karena komplikasi diseksi dan sisanya meninggal karena penyakit lainnya. Diberikan terapi obat jangka panjang untuk menjaga tekanan darah tetap rendah sehingga mengurangi tekanan terhadap aorta.
Selengkapnya → Diseksi Aorta

Aneurisma Aorta Dada

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Aneurisma adalah suatu penonjolan (pelebaran, dilatasi) pada dinding suatu arteri. Aneurisma Aorta Dada atau Aneurisma AortaThoracalis (Thoracic aortic aneurysms/Syphilitic aneurysm)terjadi pada bagian dari aorta yang melewati dada. 25% dari aneurisma merupakan aneurisma torakalis. Pada salah satu bentuk aneurisma torakalis yang khusus, pelebaran aorta terjadi di tempatnya keluar dari jantung.

Pelebaran ini bisa menyebabkan kelainan fungsi katup antara jantung dan aorta (katup aorta), sehingga pada saat katup menutup, darah kembali merembes ke jantung.


PENYEBAB
Sekitar 50% penderita memiliki sindroma Marfan atau variasinya. Pada 50% penderita lainnya, penyakit ini tidak memiliki penyebab, meskipun banyak penderita yang memiliki tekanan darah tinggi.


GEJALA
Aneurisma aorta torakalis dapat tumbuh sangat besar tanpa menyebabkan gejala. Gejala-gejala yang timbul merupakan akibat dari penekanan oleh aorta yang melebar terhadap struktur di sekitarnya. Gejalanya yang khas adalah nyeri (biasanya di punggung sebelah atas), batuk dan bunyi mengi.

Penderita bisa mengalami batuk berdarah karena tekanan atau erosi pada pipa udara (trakea) maupun pada saluran pernafasan di sekitarnya. Penekanan terhadap kerongkongan bisa menyebabkan kesulitan menelan. Penekanan terhadap pita suara bisa menyebabkan suara penderita menjadi serak.

Penderita bisa mengalami sindroma Horner yang terdiri dari:
- pengkerutan pupil
- penurunan kelopak mata
- berkeringat hanya pada satu sisi wajah.

Jika aneurisma aorta torakalis pecah, biasanya akan timbul nyeri yang luar biasa di punggung sebelah atas. Nyeri ini bisa menjalar ke punggung bawah dan ke dalam perut. Nyeri juga bisa dirasakan di dada dan lengan, menyerupai serangan jantung (infark miokardial). Penderita dengan cepat bisa jatuh ke dalam keadaan syok dan meninggal karena kehilangan banyak darah.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya atau ditemukan secara tak sengaja pada suatu pemeriksaan. Pada pemeriksaan dada, dokter bisa merasakan adanya denyut yang abnormal pada dinding dada. Rontgen dada bisa menunjukkan pergeseran dari tabung udara (trakea). CT, MRI atau USG transesofageal digunakan untuk menentukan ukuran yang pasti dari aneurisma. Aortografi biasanya digunakan untuk membantu menentukan jenis pembedahan yang perlu dilakukan.


PENGOBATAN
Jika lebar dari aneurisma aorta torakalis mencapai 7,5 cm, biasanya dilakukan pembedahan perbaikan dengan pencangkokan buatan. Pada penderita dengan sindroma Marfan meskipun aneurismanya lebih kecil, dianjurkan untuk dilakukan pembedahan perbaikan, karena cenderung pecah. Angka kematian selama pembedahan cukup tinggi, yaitu sekitar 10-15%.

Terapi dengan obat (beta blocker) diberikan untuk mengurangi denyut jantung dan tekanan darah sehingga akan mengurangi resiko pecahnya aneurisma.
Selengkapnya → Aneurisma Aorta Dada

Postprandial Hypotension

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Postprandial hypotension adalah penurunan berlebihan pada tekanan darah yang terjadi setelah makan.
  • Pening, sakit kepala ringan, dan jatuh bisa terjadi.
  • Dokter mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah makan untuk mendiagnosa postprandial hypertension.
  • Makan sedikit, makan rendah karbohidrat sesering mungkin bisa membantu.

PENYEBAB
Postprandial hypotension terjadi hingga sepertiga orang tua tetapi hampir tidak pernah terjadi pada orang yang lebih muda. Hal ini lebih mungkin untuk terjadi pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau gangguan yang merusak pusat otak pengendali sistem syaraf otomatis (yang mengatur proses bagian dalam tubuh). Contoh pada beberapa gangguan adalah penyakit Parkinson, multiple system atrophy (Shy-Drager syndrome), dan diabetes.


GEJALA
Usus memerlukan darah dalam jumlah besar untuk pencernaan. Ketika aliran darah menuju usus setelah makan, detak jantung meningkat dan pembuluh darah pada bagian tubuh lainnya mengerut untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Meskipun begitu, pada beberapa orang tua, beberapa mekanisme kemungkinan tidak tercukupi aliran darah normalnya menuju usus, tetapi detak jantung tidak cukup meningkat dan pembuluh darah tidak cukup mengerut untuk mengendalikan tekanan darah, akibatnya, tekanan darah drop.

Postprandial hypotension bisa menyebabkan kepeningan, sakit kepala ringan, pusing, dan jatuh. Jika seorang tua mengalami gejala-gejala ini setelah makan, dokter mengukur tekanan darah sebelum dan setelah makan untuk memastikan jika postprandial hypotension adalah penyebabnya.

Orang yang mengalami gejala-gejala pada postprandial hypotension harus menggunakan obat-obatan anti hipertensi sebelum makan dan harus berbaring setelah makan. Menggunakan obat-obatan anti hipertensi dosis yang lebih kecill dan makan sedikit, sering makan rendah-karbohidrat bisa membantu mengurangi efek pada gangguan ini. Untuk beberapa orang, berjalan setelah makan membantu memperbaiki aliran darah, tetapi tekanan darah bisa jatuh ketika mereka berhenti berjalan.


PENGOBATAN
Menggunakan obat-obatan tertentu sebelum makan bisa membantu. Misal, obat-obatan nonsteroidal anti peradangan (NSAIDs) menyebabkan garam tersimpan dan dengan demikian meningkatkan volume darah. Kafein menyebabkan pembuluh darah mengerut. Kafein harus digunakan hanya sebelum makan pagi sehingga tidur tidak terganggu dan orang tersebut tidak menjadi toleran pada efek kafein.

Untuk orang yang mengalami gejala-gejala berat yang tidak bereaksi terhadap pengukur lainnya dan yang berada di rumah sakit, suntikan obat octreotide bisa membantu mengurangi jumlah aliran darah menuju usus.
Selengkapnya → Postprandial Hypotension

Aneurisma (Aneurysms)

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Aneurisma (Aneurysms) adalah suatu penonjolan (pelebaran, dilatasi) pada dinding suatu arteri, biasanya pada aorta. Penonjolan biasanya terjadi pada suatu daerah yang lemah pada dinding arteri. Aneurisma bisa terjadi di sepanjang aorta, tetapi 75% aneurisma muncul pada bagian aorta yang menuju ke perut. Aneurisma bisa berbentuk bulat (sakuler) atau seperti tabung (fusiformis). Sebagian besar berbentuk fusiformis.


PENYEBAB
Aneurisma aorta terutama merupakan akibat dari arteriosklerosis, yang menyebabkan lemahnya dinding aorta sehingga tekanan di dalam mendorong dinding menggembung keluar. Di dalam aneurisma sering terbentuk bekuan darah (trombus) dan bisa tersebar di sepanjang dinding aorta. Resiko anerurisma meningkat pada tekanan darah tinggi dan perokok sigaret.

Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang cenderung menderita aneurisma:

  • Kelainan bawaan (kelemahan pada dinding pembuluh darah)
  • Cedera atau luka tembak
  • Infeksi jamur atau bakteri pada dinding arteri
  • Peradangan pada aorta
  • Penyakit jaringan ikat turunan (misalnya sindroma Marfan)
  • Sifilis.
Pada sindroma Marfan, aneurisma sering ditemukan pada aorta asendens (bagian aorta yang langsung keluar dari jantung). Aneurisma juga dapat terjadi pada arteri-arteri lain selain aorta.


GEJALA
Sering tampak pembengkakan disertai massa yang berdenyut di daerah tempat aneurisma berada. Jika aneurisma pecah, akan timbul gejala tekanan darah rendah, denyut jantung yang cepat serta pusing. Aneurisma yang pecah memiliki resiko kematian yang tinggi.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, USG dan CT scan.


PENGOBATAN
Aneurisma terinfeksi pada arteri yang menuju ke otak sangat berbahaya dan perlu segera ditangani. Infeksi biasanya berasal dari bagian tubuh lainnya, terutama katup jantung. Seringkali perlu dilakukan pembedahan yang sangat beresiko.
Selengkapnya → Aneurisma (Aneurysms)

Erythromelalgia

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Erythromelalgia adalah sindrom langka dimana arterioles pada kulit membesar secara bertahap, menyebabkan rasa terbakar, membuat kulit terasa panas, dan membuat kaki dan, seringkali, tangan menjadi merah.


PENYEBAB
Biasanya, penyebab erythromelalgia tidak diketahui. Pada beberapa kasus, gangguan tersebut cenderung dimulai ketika seseorang berumur 20an atau lebih. Bentuk turunan langka pada erythromelalgia dimulai waktu lahir atau selama masa kanak-kanak. Biasanya jarang, gangguan berhubungan pada penggunaan beberapa obat-obatan, seperti nifedifine (sebuah anti hipertensi) atau bromocriptine (sebuah obat untuk mengobati penyakit Parkinson), tekanan darah tinggi, kekurangan darah, diabetes mellitus, systemic lupus erythematosus (lupus), rematik tulang, lichen sclerosus, gout, gangguan tulang belakang, atau multiple scelerosis.

Erythromelalgia biasanya terjadi 2 sampai 3 tahun sebelum gangguan yang mendasari terdiagnosa.


GEJALA
Gejala-gejalanya termasuk rasa terbakar pada kaki atau tangan, yang terasa panas dan kelihatan merah. Serangan biasanya timbul dengan suhu lingkungan lebih dari 84ºF (kira-kira lebih dari 29ºC). Gejala-gejalanya bisa tetap ringan untuk beberapa tahun atau bisa berlangsung dan menjadi benar-benar tidak mampu.


DIAGNOSA
Diagnosa berdasarkan pada gejala-gejala dan meningkatnya suhu kulit. Pemeriksaan, seperti penghitungan sel darah, biasanya dilakukan untuk membantu mengidentifikasi sebuah kasus.


PENGOBATAN
Pengobatan termasuk istirahat, mengangkat kaki atau tangan, dan mengoleskan kompres dingin pada kaki atau tangan atau merendamnya di dalam air dingin. Cara-cara ini kadangkala menghilangkan gejala dan mencegah serangan. Jika tidak ada gangguan yang dikenali, aspirin atau gabapetin bisa menghilangkan gejala-gejala. Meskipun begitu, aspirin tidak dapat menghilangkan gejala-gejala untuk bentuk yang dimulai sejak lahir atau selama masa kanak-kanak. Jika gangguan yang mendasari dikenali, mengobati gangguan tersebut bisa menghilangkan gejala-gejala.
Selengkapnya → Erythromelalgia

Penyakit Aorta Abdominalis & Percabangan

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Penyumbatan pada aorta abdominalis dan cabang utamanya bisa terjadi secara tiba-tiba maupun secara perlahan.


PENYEBAB
Penyumbatan total yang terjadi secara tiba-tiba biasanya terjadi jika:
- suatu bekuan yang terbawa oleh aliran darah tersumbat di dalam suatu arteri (emboli)
- penbentukan suatu bekuan (trombosis) di dalam arteri yang menyempit
- terjadi robekan pada dinding arteri (diseksi aorta).

Penyumbatan yang terjadi secara perlahan biasanya merupakan akibat dari aterosklerosis. Juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan otot abnormal di dalam dinding arteri atau penekanan dari suatu massa diluar arteri (misalnya tumor).


GEJALA
Penyumbatan Total Arteri Mesenterika Superior

Penyumbatan total dari arteri mesenterika superior (cabang utama dari aorta abdominalis), yang mengalirkan darah ke sebagian besar usus, merupakan suatu keadaan darurat. Penderita akan tampak sangat sakit dan merasakan nyeri perut yang hebat. Pada awal penyakit biasanya timbul muntah dan ada desakan untuk buang air besar. Bila dokter menekan perutnya, penderita hanya akan merasakan nyeri tumpul; sedangkan nyeri perut hebat yang dirasakan penderita biasanya lebih parah dan bersifat menyebar serta samar-samar.

Perut mungkin agak kembung. Pada pemeriksaan dengan stetoskop pada awalnya bising usus akan menurun, kemudian sama sekali tak terdengar. Di dalam tinja terdapat darah, yang pada awalnya hanya dapat ditemukan dengan pemeriksaan laboratorium. Tidak lama kemudian, tinja akan berwarna kemerahan. Tekanan darah turun dan penderita mengalami syok, sedangkan usus mengalami gangren (kematian jaringan).


Penyempitan Arteri Mesenterika Superior

Penyempitan arteri mesenterika superior yang terjadi secara perlahan, menyebabkan nyeri dalam waktu 30-60 menit setelah makan karena pada proses pencernaan, usus memerlukan lebih banyak darah. Nyerinya menetap, hebat dan biasanya terfokus pada pusar. Nyeri yang timbul menyebabkan penderita takut makan sehingga berat badan penderita sangat berkurang. Karena aliran darah ke usus menurun, maka penyerapan zat-zat gizi menjadi buruk dan terjadi penurunan berat badan.


Penyumbatan Arteri Renalis

Jika suatu bekuan tersangkut di dalam salah satu arteri renalis (cabang yang menuju ke ginjal), akan timbul nyeri secara tiba-tiba pada sisi yang bersangkutan dan air kemih menjadi berdarah. Penyumbatan yang terjadi secara perlahan pada arteri yang menuju ke salah satu maupun kedua ginjal, biasanya merupakan akibat dari aterosklerosis dan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi renovaskuler). Hipertensi renovaskuler merupakan 5% dari semua kasus hipertensi.


Penyumbatan Arteri Iliaka

Arteri iliaka adalah cabang aorta di bagian bawah yang melewati panggul dan menuju ke tungkai. Jika arteri iliaka tersumbat, maka kedua kaki secara tiba-tiba menjadi nyeri, pucat dan dingin. Denyut nadi di tungkai tak teraba dan tungkai mengalami mati rasa.

Jika penyempitan yang terjadi secara perlahan terjadi di dalam aorta bagian bawah atau di dalam salah satu dari arteri iliaka, maka pada saat berjalan penderita akan merasakan kelelahan otot atau nyeri di bokong, panggul dan betis. Pada pria, penyempitan aorta bagian bawah atau penyempitan kedua arteri iliaka sering disertai dengan impotensi.


Penyempitan Arteri Femoralis

Arteri femoralis adalah arteri yang berasal dari selangkangan dan menuju ke lutut. Jika terjadi penyempitan pada arteri femoralis, maka penderita akan merasakan nyeri betis ketika berjalan dan denyut nadi di sebelah bawah penyumbatan teraba lemah atau sama sekali tidak teraba.


DIAGNOSA
Untuk menentukan beratnya penyumbatan dilakukan pemeriksaan USG Doppler dan angiografi.


PENGOBATAN
Jika diduga terjadi penyempitan arteri mesenterika superior, segera dilakukan pembedahan untuk mengembalikan aliran darah dan menyelamatkan nyawa penderita. Pada penyumbatan arteri yang menuju ke usus yang terjadi secara perlahan, diberikan nitrogliserin untuk mengurangi nyeri perut, sedangkan untuk mengurangi penyumbatan harus dilakukan pembedahan.

Bekuan darah di dalam arteri hepatika dan arteri lienalis (cabang yang menuju ke hati dan limpa), biasanya tidak terlalu berbahaya. Meskipun penyumbatan menyebabkan cedera pada bagian dari hati atau limpa, tetapi untuk mengatasinya jarang perlu dilakukan pembedahan.

Untuk mengembalikan fungsi ginjal harus segera dilakukan pembedahan untuk mengangkat bekuan dari arteri renalis. Pada penyumbatan yang terjadi secara perlahan, kadang dilakukan angioplasti (memasukkan balon ke dalam arteri dan mengembangkannya untuk menghilangkan penyumbatan); tetapi biasanya bekuan harus segera diangkat atau dibuat jalan pintas melalui pembedahan.

Pembedahan darurat dapat menghilangkan penyumbatan mendadak dari aorta bagian bawah yang bercabang 2 menuju ke tungkai. Kadang bekuan bisa dilarutkan dengan menyuntikkan obat trombolitik (misalnya urokinase), tetapi bagaimanapun juga pembedahan memberikan hasil yang lebih memuaskan.
Selengkapnya → Penyakit Aorta Abdominalis & Percabangan

Akrosianosis (Acrocyanosis)

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Akrosianosis (Acrocyanosis)adalah warna kebiru-biruan tanpa rasa sakit pada kedua tangan dan kaki (lebih jarang) yang bersifat menetap. Kelainan ini biasanya terjadi pada wanita.


PENYEBAB
Penyebabnya adalah kejang yang tidak dapat diterangkan pada pembuluh darah kecil di kulit.


GEJALA
Jari tangan atau jari kaki dan tangan atau kaki terasa dingin terus-menerus dan kebiru-biruan serta berkeringat banyak, juga bisa terjadi pembengkakan. Suhu yang dingin biasanya akan menambah warna kebiruan dan penghangatan akan menguranginya. Tidak ditemukan rasa nyeri maupun kerusakan kulit.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang menetap, yang terbatas kepada tangan dan kaki penderita, disertai denyut nadi yang normal.


PENGOBATAN
Meskipun sangat jarang, untuk mengurangi gejala bisa dilakukan pemotongan saraf simpatis.
Selengkapnya → Akrosianosis (Acrocyanosis)