Aneurisma Aorta Perut

Diposting oleh Unknown on Selasa, 04 Maret 2014

DEFINISI
Aneurisma adalah suatu penonjolan (pelebaran, dilatasi) pada dinding suatu arteri. Aneurisma Aorta perut atau Aneurisma Aorta Abdominalis (Abdominal aortic aneurysmsterjadi pada bagian dari aorta yang melewati perut. Penyakit ini cenderung terjadi pada suatu keluarga (diturunkan). Aneurisma ini sering terjadi pada penderita tekanan darah tinggi, ukurannya lebih besar dari 7,5 cm dan bisa pecah. (Diameter normal dari aorta adalah 1,8-2,5 cm).

Aneurisma Aorta Abdominalis


PENYEBAB
Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi faktor resiko terjadinya aneurisma aorta abdominalis adalah aterosklerosis dan hipertensi.

Aneurisma aorta abdominalis bisa disebabkan oleh:

  • Infeksi
  • Kelainan bawaan pada jaringan ikat yang membentuk dinding arteri
  • Trauma.
Aneurisma aorta abdominalis bisa terjadi pada siapa saja, tetapi paling sering ditemukan pada pria usia 40-70 tahun. Pada anak-anak, aneurisma bisa terjadi akibat cedera tumpul pada perut atau akibat sindroma Marfan. Komplikasi yang sering terjadi adalah pecahnya aneurisma yang bisa menyebabkan perdarahan hebat ke dalam rongga perut. Aneurisma yang pecah lebih sering ditemukan pada penderita yang memiliki aneurisma lebih besar dari 5 cm.


GEJALA
Penderita sering merasakan denyutan di perutnya. Aneurisma bisa menimbulkan nyeri, terutama berupa nyeri yang menusuk dalam di punggung. Nyeri bisa menjadi berat dan biasanya menetap, tetapi perubahan posisi badan bisa mengurangi rasa nyeri ini.

Pertanda awal dari pecahnya aneurisma biasanya adalah nyeri yang luar biasa di perut bagian bawah dan punggung dan nyeri tumpul di atas aneurisma. Pada perdarahan dalam yang berat, penderita bisa jatuh ke dalam keadaan syok. Pecahnya aneurisma abdominalis sering berakibat fatal.


DIAGNOSA
Banyak penderita yang tidak memiliki gejala dan terdiagnosis pada pemeriksaan fisik rutin atau pada pemeriksaan rontgen yang dilakukan untuk alasan lain. Pada pemeriksaan fisik, dokter bisa merasakan adanya massa yang berdenyut di garis tengah perut. Aneurisma yang berkembang dengan cepat dan hampir pecah, sering terasa nyeri atau menimbulkan nyeri tumpul bila ditekan. Pada penderita yang gemuk, aneurisma yang lebarpun sering tidak dapat ditemukan.

Beberapa pemeriksaan laboratorium dapat membantu menegakkan diagnosis aneurisma:
  • Foto rontgen perut bisa memperlihatkan suatu aneurisma yang memiliki endapan kalsium di dindingnya
  • USG bisa menunjukkan dengan jelas ukuran dari aneurisma
  • CT scan yang dilakukan setelah penyuntikan zat warna secara intravena, bisa secara tepat menunjukkan ukuran dan bentuk aneurisma, tetapi biayanya mahal
  • MRI scan juga merupakan pemeriksaan yang akurat, tetapi biayanya mahal.

PENGOBATAN
Pengobatan aneurisma tergantung kepada ukurannya. Jika lebarnya kurang dari 5 cm, jarang pecah; tetapi jika lebih lebar dari 6 cm, sering pecah. Karena itu pada aneurisma yang lebih lebar dari 5 cm, dilakukan pembedahan. Pada pembedahan dimasukkan pencangkokan sintetik untuk memperbaiki aneurisma. Angka kematian karena pembedahan ini adalah sebesar 2%.

Aneurisma yang pecah atau terancam pecah, perlu ditangani melalui pembedahan darurat. Resiko kematian selama pembedahan aneurisma yang pecah adalah sebesar 50%. Jika suatu aneurisma pecah, ginjal memiliki resiko untuk mengalami cedera karena terganggunya aliran darah ke ginjal atau karena syok akibat kehilangan darah. Jika setelah pembedahan terjadi gagal ginjal, harapan hidup penderita sangat tipis. Aneurisma yang pecah dan tidak diobati, selalu berakibat fatal.
Selengkapnya → Aneurisma Aorta Perut

Flebitis Superfisialis

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Flebitis Superfisialis (Tromboflebitis, Flebitis) adalah peradangan dan pembekuan darah di dalam suatu vena superfisial (vena permukaan). Flebitis dapat terjadi di setiap vena tubuh, tetapi paling sering ditemukan di vena tungkai. Biasanya flebitis terjadi pada penderita varises (vena varikosa), tetapi tidak semua penderita varises mengalami flebitis.

Flebitis superfisialis menyebabkan reaksi peradangan akut yang menyebabkan trombus melekat dengan kuat ke dinding vena dan jarang pecah dan terlepas. Vena permukaan tidak memiliki otot di sekitarnya yang bisa menekan dan membebaskan suatu trombus. Karena itu flebitis superfisialis jarang menyebabkan emboli.


PENYEBAB
Peradangan pada vena bisa disebabkan oleh cedera, meskipun cederanya bersifat ringan.


GEJALA
Nyeri yang terlokalisasi, pembengkakan dan kulit yang kemerahan timbul dengan cepat diatas vena dan teraba hangat. Vena teraba seperti kawat keras dibawah kulit karena darah yang membeku; sedangkan pada vena yang normal atau varises, vena teraba lunak. Perabaan yang keras ini bisa menjalar di sepanjang vena.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik.


PENGOBATAN
Flebitis superfisialis sering menghilang dengan sendirinya. Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri (misalnya Aspirin, ibuprofen). Untuk mempercepat penyembuhan, bisa disuntikkan anestesi (obat bius) lokal, dilakukan pengangkatan trombus dan kemudian pemakaian perban kompresi selama beberapa hari.

Jika terjadi di daerah selangkangan, trombus bisa masuk ke dalam vena dalam dan terlepas. Untuk mencegah hal ini, dianjurkan untuk melakukan pembedahan darurat guna mengikat vena permukaan.
Selengkapnya → Flebitis Superfisialis

Kardiomiopati

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Peyakit kardiomiopati adalah kelainan progresif yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur atau terganggunya fungsi dinding otot pada bilik jantung sebelah bawah (ventrikel).

Terdapat 3 bentuk kardiomiopati:
  1. Kardiomiopati Kongestif Yang Berdilatasi
  2. Kardiomiopati Hipertrofik
  3. Kardiomiopati Restriktif.

PENYEBAB
Penyebab kardiomiopati bisa berbagai penyakit yang telah diketahui atau bisa memiliki penyebab yang tidak diketahui.


GEJALA
Beberapa penderita mungkin tidak mengalami gejala atau tanda kardiomiopati pada tahap awal penyakit kardiomiopati. Tetapi sejalan dengan berkembangnya penyakit kardiomiopati, gejala kardiomiopati dan tanda biasanya muncul.

Tanda atau gejala kardiomiopati biasanya meliputi:

  • Kehabisan nafas sewaktu mengerahkan tenaga atau bahkan sewaktu istirahat.
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.
  • Perut kembung berisi air.
  • Merasa lelah.
  • Detak jantung tidak beraturan yang dirasakan cepat, bergetar dan berdebar.
  • Pusing, kepala ringan dan pingsan.
Kardiomiopati jenis apapun bila tidak diobati, gejalanya akan memburuk. Pada penderita tertentu tanda dan gejala kardiomiopati cepat sekali memburuk, sedangkan yang lain tidak memburuk dangan waktu yang lama.


DIAGNOSA
Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik, memeriksa riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, dan menanyakan kapan gejala-gejala Anda muncul, misalnya; apakah olahraga menyebabkan gejala. Jika dokter Anda berpikir Anda mengalami cardiomyopathy, Anda mungkin perlu menjalani beberapa tes untuk mengkonfirmasikan diagnosis.

Tes ini meliputi:
  • Chest X-ray. Apakah gambar jantung Anda akan menunjukkan membesar.
  • Echocardiogram. Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung. Dokter Anda dapat menggunakan gambar ini untuk memeriksa ukuran jantungmu dan gerakan seperti debar.
  • Elektrokardiogram (EKG). Dalam tes non-invasif ini, elektroda patch melekat pada kulit Anda untuk mengukur impuls listrik dari jantung Anda. EKG dapat menunjukkan gangguan dalam aktivitas listrik jantung Anda, yang dapat mendeteksi irama jantung abnormal dan daerah cedera.
  • Kateterisasi dan biopsi jantung. Dalam prosedur ini, sebuah pipa kecil (kateter) yang dimasukkan di pangkal paha dan melalui pembuluh darah ke jantung, di mana contoh kecil (biopsi) dari hati Anda dapat diekstraksi untuk analisa di laboratorium. Tekanan dalam kamar jantung dapat diukur untuk melihat seberapa kuat memompa darah melalui jantung Anda. Gambar dari arteri jantung dapat diambil selama prosedur (koroner angiogram) untuk memastikan bahwa jantung Anda tidak ada penyumbatan.
  • Cardiac Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI jantung adalah teknik pencitraan yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menciptakan gambaran dari jantung Anda. MRI jantung sering digunakan selain echocardiography, terutama jika gambar dari ekokardiogram Anda tidak membantu dalam membuat diagnosis.
  • Tes darah. Satu tes darah dapat mengukur B-type natriuretic peptide (BNP), sebuah protein yang diproduksi di jantung Anda. Tingkat BNP dalam darah Anda meningkat ketika jantung Anda tertekan karena gagal jantung, komplikasi yang terjadi pada cardiomyopathy.
Berbagai tes darah lainnya dapat dilakukan, termasuk untuk memeriksa fungsi ginjal dan menemukan anemia dan masalah tiroid. Tingkat besi Anda dapat diukur. Memiliki terlalu banyak dapat menunjukkan gangguan kelebihan besi yang disebut hemochromatosis. Zat besi yang terakumulasi terlalu banyak dalam jantung Anda dapat melemahkan otot jantung dan menyebabkan kardiomiopati.


PENCEGAHAN
Dalam kebanyakan kasus, anda tidak dapat mencegah cardiomyopathy. Berritahu dokter Anda jika Anda memiliki riwayat keluarga kondisi. Jika cardiomyopathy didiagnosis dini, pengobatan dapat mencegah penyakit memburuk.

Anda dapat membantu mengurangi kesmungkinan untuk gagal jantung dengan menghindari beberapa kondisi yang dapat berkontribusi pada jantung yang lemah, termasuk penyalahgunaan alkohol atau kokain, atau tidak mendapatkan cukup vitamin dan mineral. Mengendalikan tekanan darah tinggi dengan diet dan olah raga juga mencegah gagal jantung di kemudian hari.
Selengkapnya → Kardiomiopati

Kardiomiopati Restriktif

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Kardiomiopati Restriktif (Restrictive Cardiomyopathy) merupakan sekumpulan kelainan otot jantung dimana dinding ventrikel menjadi kaku, tetapi tidak selalu disertai dengan penebalan dinding ventrikel dan tidak selalu disertai dengan adanya tahanan pengisian darah yang normal. Merupakan bentuk kardiomiopati yang paling jarang terjadi, yang memberikan banyak gambaran yang serupa dengan kardiomiopati hipertrofik.


PENYEBAB
Penyebabnya biasanya tidak diketahui.

Memiliki 2 tipe dasar:
  1. Otot jantung secara bertahap digantikan oleh jaringan parut
  2. Otot jantung disisipi oleh bahan abnormal seperti sel-sel darah putih.
    Penyisipan lainnya bisa disebabkan oleh amiloidosis dan sarkoidosis.
    Jika tubuh terlalu banyak mengandung zat besi, maka zat besi akan terkumpul di dalam otot jantung, seperti yang terjadi pada kelebihan zat besi (hemokromatosis). Penyebabnya mungkin juga tumor yang menyerang jaringan jantung.

Karena jantung menahan/melawan pengisian darah, jumlah darah yang dipompakan akan mencukupi jika penderita dalam keadaan istirahat, tetapi tidak akan mencukupi jika penderita melakukan aktivitas.


GEJALA
Kardiomiopati restriktif menyebabkan gagal jantung yang disertai sesak nafas dan pembengkakan jaringan (edema). Nyeri dada dan pingsan lebih jarang terjadi. Sering ditemukan irama jantung abnormal dan palpitasi (jantung berdebar).


DIAGNOSA
Diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, EKG dan ekokardiogram. MRI bisa memberikan keterangan tambahan mengenai struktur jantung. Untuk memastikan diagnosis, biasanya perlu dilakukan kateterisasi jantung untuk mengukur tekanan dan biopsi otot jantung untuk menentukan bahan yang menyusup ke dalam otot jantung.

Kateterisasi Jantung


PENGOBATAN
Sebagian besar pengobatan masih belum memuaskan. Misalnya diuretik, yang biasanya digunakan untuk terapi gagal jantung, dapat menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang masuk ke dalam jantung dan memperburuk keadaan. Obat-obatan yang dalam keadaan normal digunakan dalam gagal jantung untuk mengurangi beban kerja jantung, biasanya tidak akan membantu karena bisa terlalu banyak mengurangi tekanan darah.

Kadang-kadang penyebabnya dapat diobati untuk mencegah bertambah buruknya kerusakan jantung atau bahkan untuk memperbaikinya. Misalnya memindahkan darah dalam selang waktu yang teratur, akan mengurangi pengendapan zat besi pada penderita kelebihan zat besi. Pada penderita yang memiliki sarkoidosis bisa diberikan corticosteroid. Sekitar 70% penderita akan meninggal dalam waktu 5 tahun setelah gejala-gejalanya timbul.
Selengkapnya → Kardiomiopati Restriktif

Hipertrofi Kardiomiopati

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Hipertrofi Kardiomiopati (Hypertrophic Cardiomyopathy) merupakan sekumpulan penyakit jantung yang ditandai dengan adanya penebalan pada dinding ventrikel.

Kardiomiopati Hipertrofik


PENYEBAB
Kardiomiopati hipertrofik bisa terjadi sebagai suatu kelainan bawaan. Penyakit ini juga dapat terjadi pada orang dewasa dengan akromegali (terjadi akibat kelebihan hormon pertumbuhan di dalam darah) atau pada penderita hemokromositoma (suatu tumor yang menghasilkan adrenalin). Penderita neurofibromatosis juga bisa mengalami kardiomiopati hipretrofik.

Biasanya setiap penebalan pada dinding otot jantung mencerminkan reaksi otot terhadap peningkatan beban kerja jantung dan penyebab yang khas dari keadaan ini adalah:
- tekanan darah tinggi
- penyempitan katup stenosis (stenosis katup aorta)
- keadaan lainnya yang menyebabkan meningkatnya tahanan aliran darah dari jantung.

Tetapi penderita kardiomiopati hipertrofik tidak memiliki keadaan-keadaan tersebut. Bahkan penebalan pada kardiomiopati hipertrofik biasanya merupakan akibat dari kelainan genetik yang diturunkan.

Jantung menebal dan lebih kaku dari normal dan lebih tahan terisi oleh darah dari paru-paru. Sebagai akibatnya terjadi tekanan balik ke dalam vena-vena paru, yang dapat menyebabkan terkumpulnya cairan di dalam paru-paru, sehingga penderita mengalami sesak nafas yang sifatnya menahun. Penebalan dinding ventrikel juga bisa menyebabkan terhalangnya aliran darah, sehingga mencegah pengisian jantung yang sempurna.


GEJALA
Gejala-gejalanya berupa:
- pingsan
- nyeri dada
- palpitasi yang disebabkan oleh denyut jantung yang tidak beraturan
- gagal jantung yang disertai sesak nafas.

Denyut jantung yang tidak beraturan bisa menyebabkan kematian mendadak.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, seperti terdengarnya suara jantung yang khas pada pemeriksaan dengan stetoskop. Diagnosis biasanya diperkuat dengan pemeriksaan EKG, ekokardiogram atau rontgen dada. Jika akan dilakukan pembedahan mungkin perlu dilakukan kateterisasi jantung untuk mengukur tekanan di dalam jantung.


PENGOBATAN
Pengobatan terutama ditujukan untuk mengurangi tahanan jantung. Pengobatan utama adalah beta-blocker dan penghambat saluran kalsium, diminum sendiri-sendiri atau bersamaan. Pembedahan untuk mengangkat sebagian otot jantung bisa memperbaiki curah jantung, tetapi hanya dilakukan pada penderita yang gejalanya tidak membaik dengan terapi obat. Pembedahan dapat meringankan gejala, tetapi tidak mengurangi risiko kematian.

Sebelum dilakukan tindakan pencabutan gigi atau prosedur bedah, untuk mengurangi resiko infeksi di dalam lapisan jantung (endokarditis infektif), dapat diberikan antibiotik. Sekitar 4% penderita meninggal setiap tahunnya. Kematian biasanya terjadi mendadak. Kematian karena gagal jantung yang menahun lebih jarang terjadi.
Selengkapnya → Hipertrofi Kardiomiopati

Kardiomiopati Kongestif yang Melebar

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Kardiomiopati Kongestif Yang Melebar (Dilated Cardiomyopathy) adalah sekelompok kelainan jantung dimana ventrikel membesar tetapi tidak dapat memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehingga bisa mengakibatkan terjadinya gagal jantung.


PENYEBAB
Penyebabnya bisa berupa:
  • Penyakit arteri koroner yang meluas.
    Penyakit arteri koroner ini mengakibatkan pasokan darah yang tidak memadai ke otot antung, yang bisa menyebabkan cedera yang menetap. Otot jantung yang tidak terkena, selanjutnya akan meregang untuk mengkompensasi kemampuan memompa yang hilang. Jika peregangan ini tidak dapat mengkompensasi dengan baik, terjadilah kardiomiopati kongestif yang melebar.
  • Peradangan otot jantung akut (miokarditis) karena infeksi virus akan memperlemah otot jantung dan menyebabkan kardiomiopati kongestif yang melebar (kadang-kadang disebut kardiomiopati virus). Di AS, infeksi coxsackievirus B merupakan penyebab yang paling sering dari kardiomiopati virus.
  • Gangguan hormonal menahun tertentu seperti diabetes dan penyakit tiroid, pada akhirnya dapat menyebabkan kardiomiopati kongestif yang melebar.
  • Obat-obat seperti alkohol, kokain dan anti depresi. Kardiomiopati alkohol bisa timbul setelah sekitar 10 tahun pemakaian alkohol dalam jumlah banyak.
  • Meskipun jarang, kehamilan atau penyakit jaringan ikat (seperti artritis rematoid) juga bisa menyebabkan kardiomiopati kongestif yang melebar.

GEJALA
Biasanya gejala pertama adalah sesak nafas pada saat melakukan aktivitas dan mudah lelah, sebagai akibat dari melemahnya kerja pompa jantung (gagal jantung). Jika penyebabnya infeksi, gejala pertamanya bisa berupa demam mendadak dan gejala-gejala yang menyerupai flu.

Apapun penyebabnya, akan terjadi:
- denyut jantung menjadi cepat
- tekanan darah normal atau rendah
- penimbunan cairan di tungkai dan perut
- penimbunan cairan di paru-paru.

Pembesaran jantung menyebabkan katup jantung membuka dan menutup secara tidak sempurna dan keadaan ini sering menyebabkan kebocoran ventrikel (katup mitral dan trikuspidalis). Penutupan katup yang tidak sempurna menyebabkan terjadinya murmur, yang dapat didengar melalui stetoskop. Kerusakan dan peregangan otot jantung bisa menyebabkan irama jantung menjadi cepat atau lambat secara abnormal. Hal ini selanjutnya akan mempengaruhi kerja pompa jantung.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Elektrokardiografi (EKG, pemeriksaan untuk menilai aktivitas listrik dari jantung) dapat menunjukkan perubahan-perubahan yang khas. Ekokardiografi (pemeriksaan menggunakan gelombang ultrasonik untuk menggambarkan struktur jantung) dan MRI bisa digunakan untuk memberkuat diagnosis.

Jika diagnosis masih meragukan, bisa dimasukkan selang kateter ke dalam jantung untuk mengukur tekanannya. Selama kateterisasi, bisa diambil contoh jaringan untuk diperiksa secara mikroskopik, untuk memperkuat diagnosis dan hal ini sering digunakan untuk mengetahui penyebabnya.


PENGOBATAN
Mengobati penyebab yang spesifik seperti penyalahgunaan alkohol atau infeksi dapat menyelamatkan penderita. Jika penyalahgunaan alkohol merupakan penyebab, penderita harus dibebaskan dari alkohol. Jika infeksi bakteri menyebabkan peradangan seketika pada otot jantung, diobati dengan antibiotik.

Pada penderita dengan penyakit arteri koroner, berkurangnya aliran darah ke otot jantung dapat menyebabkan angina (nyeri dada karena penyakit jantung). Pada keadaan ini diberikan nitrat, beta-blocker atau penghambat saluran kalsium. Beta-blocker dan penghambat saluran kalsium bisa mengurangi kekuatan kontraksi jantung.

Istirahat dan tidur yang cukup serta menghindari stress membantu mengurangi tekanan terhadap jantung. Penimbunan darah di dalam jantung yang membesar dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di dalam dinding ruang jantung. Untuk mencegah terbentuknya bekuan darah, biasanya diberikan obat antikoagulan. Sebagian besar obat yang digunakan untuk mencegah irama jantung abnormal diberikan dalam dosis kecil dan dosisnya ditingkatkan secara perlahan, karena obat ini bisa mengurangi kekuatan kontraksi jantung.

Gagal jantung juga diterapi dengan obat, yaitu penghambat ACE yang sering disertai dengan diuretik. Tetapi jika penyebabnya tidak bisa diatasi, gagal jantung cenderung berakibat fatal.


PROGNOSIS

Sekitar 70% penderita meninggal dalam waktu 5 tahun sejak gejala dimulai dan prognosisnya bertambah buruk jika dinding jantung menipis dan fungsi jantung menurun. Irama jantung abnormal juga memberikan prognosis yang lebih buruk. Secara keseluruhan, jumlah pria yang bertahan hanya separuh dari jumlah wanita dan jumlah penderita kulit hitam yang bertahan hanya separuh dari jumlah penderita kulit putih. Sekitar 50% kematian terjadi secara mendadak, kemungkinan sebagai akibat dari irama jantung yang abnormal.
Selengkapnya → Kardiomiopati Kongestif yang Melebar

Diseksi Aorta

Diposting oleh Unknown on Rabu, 26 Februari 2014

DEFINISI
Diseksi Aorta (Aneurisma yang terbelah, Hematoma yang terbelah) adalah suatu keadaan yang sering berakibat fatal, dimana lapisan dalam dari dinding aorta mengalami robekan sedangkan lapisan luarnya utuh; darah mengalir melalui robekan dan membelah lapisan tengah serta membentuk saluran baru di dalam dinding aorta.

Diseksi Aorta


PENYEBAB
Sebagian besar diseksi aorta merupakan akibat dari kerusakan pada dinding arteri. Yang paling sering menyebabkan kerusakan pada dinding arteri ini adalah tekanan darah tinggi, yang ditemukan pada lebih dari 65% penderita.

Penyebab lainnya adalah:

  • Penyakit jaringan ikat turunan (sindroma Marfan dan sindroma Ehlers-Danlos)
  • Kelainan bawaan pada jantung dan pembuluh darah (koartasio aorta, patent ductus arteriosus dan kelainan pada katup aorta)
  • Arteriolosklerosis
  • Cedera.
Meskipun jarang, suatu diseksi bisa terjadi ketika dokter memasukkan selang ke dalam suatu arteri (misalnya pada aortografi atau angiografi) atau ketika melakukan pembedahan jantung dan pembuluh darah.


GEJALA
Penderita mengalami nyeri yang sangat luar biasa, yang muncul secara tiba-tiba. Sebagian besar penderita menggambarkan dadanya seperti dicabik-cabik atau dirobek. Nyeri juga sering dirasakan di punggung, diantara kedua bahu. Nyeri sering mengikuti jalannya pembelahan di sepanjang aorta.

Pembelahan terus berlanjut, bisa menyebabkan terututupnya daerah dimana satu atau beberapa arteri berhubungan dengan aorta. Tergantung kepada arteri mana yang tersumbat, bisa terjadi stroke, serangan jantung, nyeri perut mendadak, kerusakan saraf yang menyebabkan kesemutan dan ketidakmampuan menggerakan anggota badan.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang khas. Pada pemeriksaaan fisik, 65% penderita memiliki denyut nadi yang lemah atau sama sekali tidak teraba di tungkai dan lengan. Diseksi aorta yang arahnya berbalik menuju ke jantung, bisa menyebabkan murmur, yang bisa terdengar melalui stetoskop.

Bisa terjadi penimbunan darah di dada. Darah dari suatu diseksi yang merembes ke sekitar jantung bisa mengganggu denyut jantung dan menyebabkan tamponade jantung. Foto rontgen menunjukkan pelebaran aota pada 90% penderita yang memiliki gejala. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan USG.


PENGOBATAN
Penderita dirawat di ruang perawatan intensif, dimana tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah dan laju pernafasan) diawasi secara ketat. Kematian bisa terjadi dalam beberapa jam setelah terjadinya diseksi aorta. Karena itu segera diberikan obat untuk menurunkan denyut jantung dan tekanan darah sampai level yang terendah, untuk mempertahankan pasokan darah yang cukup ke otak, jantung dan ginjal.

Segera setelah diberikan obat-obatan, diputuskan apakah perlu dilakukan pembedahan atau cukup dengan melanjutkan pemakaian obat-obatan. Hampir selalu dianjurkan untuk dilakukan pembedahan pada diseksi yang melibatkan aorta yang letaknya sangat dekat dengan jantung. Untuk diseksi yang letaknya lebih jauh, biasanya diatasi dengan cara melanjutkan pemakaian obat-obatan; kecuali jika diseksi menyebabkan bocornya darah dari arteri dan penderita memiliki sindroma Marfan, maka dilakukan pembedahan.

Selama pembedahan dilakukan:
- pengangkatan sebanyak mungkin daerah aorta yang mengalami diseksi
- pencegahan masuknya darah ke saluran yang salah
- perbaikan aorta dengan cangkok buatan.

Jika katup aorta bocor, bisa sekaligus diperbaiki atau diganti.


PROGNOSIS

Sekitar 75% penderita yang tidak diobati akan meninggal dalam 2 minggu pertama. 60% penderita yang diobati dan bertahan dalam 2 minggu pertama, bertahan hidup sampai 5 tahun setelah pengobatan; 40% bertahan hidup sampai 10 tahun setelah pengobatan. Penderita yang meninggal dalam 2 minggu pertama, sekitar 30% meninggal karena komplikasi diseksi dan sisanya meninggal karena penyakit lainnya. Diberikan terapi obat jangka panjang untuk menjaga tekanan darah tetap rendah sehingga mengurangi tekanan terhadap aorta.
Selengkapnya → Diseksi Aorta

Aneurisma Aorta Dada

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Aneurisma adalah suatu penonjolan (pelebaran, dilatasi) pada dinding suatu arteri. Aneurisma Aorta Dada atau Aneurisma AortaThoracalis (Thoracic aortic aneurysms/Syphilitic aneurysm)terjadi pada bagian dari aorta yang melewati dada. 25% dari aneurisma merupakan aneurisma torakalis. Pada salah satu bentuk aneurisma torakalis yang khusus, pelebaran aorta terjadi di tempatnya keluar dari jantung.

Pelebaran ini bisa menyebabkan kelainan fungsi katup antara jantung dan aorta (katup aorta), sehingga pada saat katup menutup, darah kembali merembes ke jantung.


PENYEBAB
Sekitar 50% penderita memiliki sindroma Marfan atau variasinya. Pada 50% penderita lainnya, penyakit ini tidak memiliki penyebab, meskipun banyak penderita yang memiliki tekanan darah tinggi.


GEJALA
Aneurisma aorta torakalis dapat tumbuh sangat besar tanpa menyebabkan gejala. Gejala-gejala yang timbul merupakan akibat dari penekanan oleh aorta yang melebar terhadap struktur di sekitarnya. Gejalanya yang khas adalah nyeri (biasanya di punggung sebelah atas), batuk dan bunyi mengi.

Penderita bisa mengalami batuk berdarah karena tekanan atau erosi pada pipa udara (trakea) maupun pada saluran pernafasan di sekitarnya. Penekanan terhadap kerongkongan bisa menyebabkan kesulitan menelan. Penekanan terhadap pita suara bisa menyebabkan suara penderita menjadi serak.

Penderita bisa mengalami sindroma Horner yang terdiri dari:
- pengkerutan pupil
- penurunan kelopak mata
- berkeringat hanya pada satu sisi wajah.

Jika aneurisma aorta torakalis pecah, biasanya akan timbul nyeri yang luar biasa di punggung sebelah atas. Nyeri ini bisa menjalar ke punggung bawah dan ke dalam perut. Nyeri juga bisa dirasakan di dada dan lengan, menyerupai serangan jantung (infark miokardial). Penderita dengan cepat bisa jatuh ke dalam keadaan syok dan meninggal karena kehilangan banyak darah.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya atau ditemukan secara tak sengaja pada suatu pemeriksaan. Pada pemeriksaan dada, dokter bisa merasakan adanya denyut yang abnormal pada dinding dada. Rontgen dada bisa menunjukkan pergeseran dari tabung udara (trakea). CT, MRI atau USG transesofageal digunakan untuk menentukan ukuran yang pasti dari aneurisma. Aortografi biasanya digunakan untuk membantu menentukan jenis pembedahan yang perlu dilakukan.


PENGOBATAN
Jika lebar dari aneurisma aorta torakalis mencapai 7,5 cm, biasanya dilakukan pembedahan perbaikan dengan pencangkokan buatan. Pada penderita dengan sindroma Marfan meskipun aneurismanya lebih kecil, dianjurkan untuk dilakukan pembedahan perbaikan, karena cenderung pecah. Angka kematian selama pembedahan cukup tinggi, yaitu sekitar 10-15%.

Terapi dengan obat (beta blocker) diberikan untuk mengurangi denyut jantung dan tekanan darah sehingga akan mengurangi resiko pecahnya aneurisma.
Selengkapnya → Aneurisma Aorta Dada

Postprandial Hypotension

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Postprandial hypotension adalah penurunan berlebihan pada tekanan darah yang terjadi setelah makan.
  • Pening, sakit kepala ringan, dan jatuh bisa terjadi.
  • Dokter mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah makan untuk mendiagnosa postprandial hypertension.
  • Makan sedikit, makan rendah karbohidrat sesering mungkin bisa membantu.

PENYEBAB
Postprandial hypotension terjadi hingga sepertiga orang tua tetapi hampir tidak pernah terjadi pada orang yang lebih muda. Hal ini lebih mungkin untuk terjadi pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau gangguan yang merusak pusat otak pengendali sistem syaraf otomatis (yang mengatur proses bagian dalam tubuh). Contoh pada beberapa gangguan adalah penyakit Parkinson, multiple system atrophy (Shy-Drager syndrome), dan diabetes.


GEJALA
Usus memerlukan darah dalam jumlah besar untuk pencernaan. Ketika aliran darah menuju usus setelah makan, detak jantung meningkat dan pembuluh darah pada bagian tubuh lainnya mengerut untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Meskipun begitu, pada beberapa orang tua, beberapa mekanisme kemungkinan tidak tercukupi aliran darah normalnya menuju usus, tetapi detak jantung tidak cukup meningkat dan pembuluh darah tidak cukup mengerut untuk mengendalikan tekanan darah, akibatnya, tekanan darah drop.

Postprandial hypotension bisa menyebabkan kepeningan, sakit kepala ringan, pusing, dan jatuh. Jika seorang tua mengalami gejala-gejala ini setelah makan, dokter mengukur tekanan darah sebelum dan setelah makan untuk memastikan jika postprandial hypotension adalah penyebabnya.

Orang yang mengalami gejala-gejala pada postprandial hypotension harus menggunakan obat-obatan anti hipertensi sebelum makan dan harus berbaring setelah makan. Menggunakan obat-obatan anti hipertensi dosis yang lebih kecill dan makan sedikit, sering makan rendah-karbohidrat bisa membantu mengurangi efek pada gangguan ini. Untuk beberapa orang, berjalan setelah makan membantu memperbaiki aliran darah, tetapi tekanan darah bisa jatuh ketika mereka berhenti berjalan.


PENGOBATAN
Menggunakan obat-obatan tertentu sebelum makan bisa membantu. Misal, obat-obatan nonsteroidal anti peradangan (NSAIDs) menyebabkan garam tersimpan dan dengan demikian meningkatkan volume darah. Kafein menyebabkan pembuluh darah mengerut. Kafein harus digunakan hanya sebelum makan pagi sehingga tidur tidak terganggu dan orang tersebut tidak menjadi toleran pada efek kafein.

Untuk orang yang mengalami gejala-gejala berat yang tidak bereaksi terhadap pengukur lainnya dan yang berada di rumah sakit, suntikan obat octreotide bisa membantu mengurangi jumlah aliran darah menuju usus.
Selengkapnya → Postprandial Hypotension

Aneurisma (Aneurysms)

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Aneurisma (Aneurysms) adalah suatu penonjolan (pelebaran, dilatasi) pada dinding suatu arteri, biasanya pada aorta. Penonjolan biasanya terjadi pada suatu daerah yang lemah pada dinding arteri. Aneurisma bisa terjadi di sepanjang aorta, tetapi 75% aneurisma muncul pada bagian aorta yang menuju ke perut. Aneurisma bisa berbentuk bulat (sakuler) atau seperti tabung (fusiformis). Sebagian besar berbentuk fusiformis.


PENYEBAB
Aneurisma aorta terutama merupakan akibat dari arteriosklerosis, yang menyebabkan lemahnya dinding aorta sehingga tekanan di dalam mendorong dinding menggembung keluar. Di dalam aneurisma sering terbentuk bekuan darah (trombus) dan bisa tersebar di sepanjang dinding aorta. Resiko anerurisma meningkat pada tekanan darah tinggi dan perokok sigaret.

Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang cenderung menderita aneurisma:

  • Kelainan bawaan (kelemahan pada dinding pembuluh darah)
  • Cedera atau luka tembak
  • Infeksi jamur atau bakteri pada dinding arteri
  • Peradangan pada aorta
  • Penyakit jaringan ikat turunan (misalnya sindroma Marfan)
  • Sifilis.
Pada sindroma Marfan, aneurisma sering ditemukan pada aorta asendens (bagian aorta yang langsung keluar dari jantung). Aneurisma juga dapat terjadi pada arteri-arteri lain selain aorta.


GEJALA
Sering tampak pembengkakan disertai massa yang berdenyut di daerah tempat aneurisma berada. Jika aneurisma pecah, akan timbul gejala tekanan darah rendah, denyut jantung yang cepat serta pusing. Aneurisma yang pecah memiliki resiko kematian yang tinggi.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, USG dan CT scan.


PENGOBATAN
Aneurisma terinfeksi pada arteri yang menuju ke otak sangat berbahaya dan perlu segera ditangani. Infeksi biasanya berasal dari bagian tubuh lainnya, terutama katup jantung. Seringkali perlu dilakukan pembedahan yang sangat beresiko.
Selengkapnya → Aneurisma (Aneurysms)

Erythromelalgia

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Erythromelalgia adalah sindrom langka dimana arterioles pada kulit membesar secara bertahap, menyebabkan rasa terbakar, membuat kulit terasa panas, dan membuat kaki dan, seringkali, tangan menjadi merah.


PENYEBAB
Biasanya, penyebab erythromelalgia tidak diketahui. Pada beberapa kasus, gangguan tersebut cenderung dimulai ketika seseorang berumur 20an atau lebih. Bentuk turunan langka pada erythromelalgia dimulai waktu lahir atau selama masa kanak-kanak. Biasanya jarang, gangguan berhubungan pada penggunaan beberapa obat-obatan, seperti nifedifine (sebuah anti hipertensi) atau bromocriptine (sebuah obat untuk mengobati penyakit Parkinson), tekanan darah tinggi, kekurangan darah, diabetes mellitus, systemic lupus erythematosus (lupus), rematik tulang, lichen sclerosus, gout, gangguan tulang belakang, atau multiple scelerosis.

Erythromelalgia biasanya terjadi 2 sampai 3 tahun sebelum gangguan yang mendasari terdiagnosa.


GEJALA
Gejala-gejalanya termasuk rasa terbakar pada kaki atau tangan, yang terasa panas dan kelihatan merah. Serangan biasanya timbul dengan suhu lingkungan lebih dari 84ºF (kira-kira lebih dari 29ºC). Gejala-gejalanya bisa tetap ringan untuk beberapa tahun atau bisa berlangsung dan menjadi benar-benar tidak mampu.


DIAGNOSA
Diagnosa berdasarkan pada gejala-gejala dan meningkatnya suhu kulit. Pemeriksaan, seperti penghitungan sel darah, biasanya dilakukan untuk membantu mengidentifikasi sebuah kasus.


PENGOBATAN
Pengobatan termasuk istirahat, mengangkat kaki atau tangan, dan mengoleskan kompres dingin pada kaki atau tangan atau merendamnya di dalam air dingin. Cara-cara ini kadangkala menghilangkan gejala dan mencegah serangan. Jika tidak ada gangguan yang dikenali, aspirin atau gabapetin bisa menghilangkan gejala-gejala. Meskipun begitu, aspirin tidak dapat menghilangkan gejala-gejala untuk bentuk yang dimulai sejak lahir atau selama masa kanak-kanak. Jika gangguan yang mendasari dikenali, mengobati gangguan tersebut bisa menghilangkan gejala-gejala.
Selengkapnya → Erythromelalgia

Penyakit Aorta Abdominalis & Percabangan

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Penyumbatan pada aorta abdominalis dan cabang utamanya bisa terjadi secara tiba-tiba maupun secara perlahan.


PENYEBAB
Penyumbatan total yang terjadi secara tiba-tiba biasanya terjadi jika:
- suatu bekuan yang terbawa oleh aliran darah tersumbat di dalam suatu arteri (emboli)
- penbentukan suatu bekuan (trombosis) di dalam arteri yang menyempit
- terjadi robekan pada dinding arteri (diseksi aorta).

Penyumbatan yang terjadi secara perlahan biasanya merupakan akibat dari aterosklerosis. Juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan otot abnormal di dalam dinding arteri atau penekanan dari suatu massa diluar arteri (misalnya tumor).


GEJALA
Penyumbatan Total Arteri Mesenterika Superior

Penyumbatan total dari arteri mesenterika superior (cabang utama dari aorta abdominalis), yang mengalirkan darah ke sebagian besar usus, merupakan suatu keadaan darurat. Penderita akan tampak sangat sakit dan merasakan nyeri perut yang hebat. Pada awal penyakit biasanya timbul muntah dan ada desakan untuk buang air besar. Bila dokter menekan perutnya, penderita hanya akan merasakan nyeri tumpul; sedangkan nyeri perut hebat yang dirasakan penderita biasanya lebih parah dan bersifat menyebar serta samar-samar.

Perut mungkin agak kembung. Pada pemeriksaan dengan stetoskop pada awalnya bising usus akan menurun, kemudian sama sekali tak terdengar. Di dalam tinja terdapat darah, yang pada awalnya hanya dapat ditemukan dengan pemeriksaan laboratorium. Tidak lama kemudian, tinja akan berwarna kemerahan. Tekanan darah turun dan penderita mengalami syok, sedangkan usus mengalami gangren (kematian jaringan).


Penyempitan Arteri Mesenterika Superior

Penyempitan arteri mesenterika superior yang terjadi secara perlahan, menyebabkan nyeri dalam waktu 30-60 menit setelah makan karena pada proses pencernaan, usus memerlukan lebih banyak darah. Nyerinya menetap, hebat dan biasanya terfokus pada pusar. Nyeri yang timbul menyebabkan penderita takut makan sehingga berat badan penderita sangat berkurang. Karena aliran darah ke usus menurun, maka penyerapan zat-zat gizi menjadi buruk dan terjadi penurunan berat badan.


Penyumbatan Arteri Renalis

Jika suatu bekuan tersangkut di dalam salah satu arteri renalis (cabang yang menuju ke ginjal), akan timbul nyeri secara tiba-tiba pada sisi yang bersangkutan dan air kemih menjadi berdarah. Penyumbatan yang terjadi secara perlahan pada arteri yang menuju ke salah satu maupun kedua ginjal, biasanya merupakan akibat dari aterosklerosis dan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi renovaskuler). Hipertensi renovaskuler merupakan 5% dari semua kasus hipertensi.


Penyumbatan Arteri Iliaka

Arteri iliaka adalah cabang aorta di bagian bawah yang melewati panggul dan menuju ke tungkai. Jika arteri iliaka tersumbat, maka kedua kaki secara tiba-tiba menjadi nyeri, pucat dan dingin. Denyut nadi di tungkai tak teraba dan tungkai mengalami mati rasa.

Jika penyempitan yang terjadi secara perlahan terjadi di dalam aorta bagian bawah atau di dalam salah satu dari arteri iliaka, maka pada saat berjalan penderita akan merasakan kelelahan otot atau nyeri di bokong, panggul dan betis. Pada pria, penyempitan aorta bagian bawah atau penyempitan kedua arteri iliaka sering disertai dengan impotensi.


Penyempitan Arteri Femoralis

Arteri femoralis adalah arteri yang berasal dari selangkangan dan menuju ke lutut. Jika terjadi penyempitan pada arteri femoralis, maka penderita akan merasakan nyeri betis ketika berjalan dan denyut nadi di sebelah bawah penyumbatan teraba lemah atau sama sekali tidak teraba.


DIAGNOSA
Untuk menentukan beratnya penyumbatan dilakukan pemeriksaan USG Doppler dan angiografi.


PENGOBATAN
Jika diduga terjadi penyempitan arteri mesenterika superior, segera dilakukan pembedahan untuk mengembalikan aliran darah dan menyelamatkan nyawa penderita. Pada penyumbatan arteri yang menuju ke usus yang terjadi secara perlahan, diberikan nitrogliserin untuk mengurangi nyeri perut, sedangkan untuk mengurangi penyumbatan harus dilakukan pembedahan.

Bekuan darah di dalam arteri hepatika dan arteri lienalis (cabang yang menuju ke hati dan limpa), biasanya tidak terlalu berbahaya. Meskipun penyumbatan menyebabkan cedera pada bagian dari hati atau limpa, tetapi untuk mengatasinya jarang perlu dilakukan pembedahan.

Untuk mengembalikan fungsi ginjal harus segera dilakukan pembedahan untuk mengangkat bekuan dari arteri renalis. Pada penyumbatan yang terjadi secara perlahan, kadang dilakukan angioplasti (memasukkan balon ke dalam arteri dan mengembangkannya untuk menghilangkan penyumbatan); tetapi biasanya bekuan harus segera diangkat atau dibuat jalan pintas melalui pembedahan.

Pembedahan darurat dapat menghilangkan penyumbatan mendadak dari aorta bagian bawah yang bercabang 2 menuju ke tungkai. Kadang bekuan bisa dilarutkan dengan menyuntikkan obat trombolitik (misalnya urokinase), tetapi bagaimanapun juga pembedahan memberikan hasil yang lebih memuaskan.
Selengkapnya → Penyakit Aorta Abdominalis & Percabangan

Akrosianosis (Acrocyanosis)

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Akrosianosis (Acrocyanosis)adalah warna kebiru-biruan tanpa rasa sakit pada kedua tangan dan kaki (lebih jarang) yang bersifat menetap. Kelainan ini biasanya terjadi pada wanita.


PENYEBAB
Penyebabnya adalah kejang yang tidak dapat diterangkan pada pembuluh darah kecil di kulit.


GEJALA
Jari tangan atau jari kaki dan tangan atau kaki terasa dingin terus-menerus dan kebiru-biruan serta berkeringat banyak, juga bisa terjadi pembengkakan. Suhu yang dingin biasanya akan menambah warna kebiruan dan penghangatan akan menguranginya. Tidak ditemukan rasa nyeri maupun kerusakan kulit.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang menetap, yang terbatas kepada tangan dan kaki penderita, disertai denyut nadi yang normal.


PENGOBATAN
Meskipun sangat jarang, untuk mengurangi gejala bisa dilakukan pemotongan saraf simpatis.
Selengkapnya → Akrosianosis (Acrocyanosis)

Penyakit Raynaud & Fenomena Raynaud

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Penyakit Raynaud dan Fenomena Raynaud adalah suatu keadaan dimana arteri-arteri kecil (arteriola), biasanya di jari tangan dan jari kaki, mengalami kejang, menyebabkan kulit menjadi pucat atau timbul bercak berwarna merah sampai biru. Istilah penyakit Raynaud digunakan jika tidak ditemukan penyebab yang pasti dan istilah fenomena Raynaud digunakan jika penyebabnya diketahui. Kadang pada mulanya penyebabnya tidak dapat didiagnosis, tetapi kemudian diketahui setalah sekitar 2 tahun. Sekitar 60-90% penyakit Raynaud terjadi pada wanita muda.


PENYEBAB
Kemungkinan yang menjadi penyebabnya adalah:
  • Skleroderma
  • Artritis rematoid
  • Aterosklerosis
  • Kelainan saraf
  • Berkurangnya aktivitas tiroid
  • Cedera
  • Reaksi terhadap obat tertentu (misalnya ergot, metisergid).

Beberapa penderita juga memiliki sakit kepala migren, angina varian dan tekanan darah tinggi dalam paru-parunya (hipertensi pulmoner). Adanya hubungan dengan penyakit-penyakti tersebut memberi kesan bahwa penyebab kejangnya arteri kemungkinan adalah hal yang sama yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut. Apapun yang merangsang sistem saraf simpatis (misalnya emosi atau cuaca dingin), bisa menyebabkan kejang arteri.


GEJALA
Kejang pada arteri kecil di jari tangan dan jari kaki terjadi dengan cepat dan paling sering dipicu oleh dingin. Hal ini bisa berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam. Jari tangan dan jari kaki menjadi putih, biasanya berbintik-bintik. Hanya satu jari tangan atau jari kaki, atau bagian dari satu atau beberapa jari tangan/kaki terlihat berubah menjadi bercak putih dan merah.

Pada akhir serangan, daerah yang terkena tampak berwarna lebih pink dari biasanya atau kebiruan. Jari tangan dan jari kaki bisa mengalami mati rasa, kesemutan, rasa tertusuk jarum atau rasa terbakar.

Menghangatkan tangan atau kaki akan mengembalikan warna dan sensasi yang normal. Tetapi pada fenomena Raynaud yang berlangsung lama (terutama jika disertai dengan skleroderma), perubahan kulit jari tangan/kaki bersifat menetap; kulit tampak licin, mengkilat dan kencang. Di ujung jari tangan/kaki bisa timbul luka terbuka yang terasa nyeri.


DIAGNOSA
Untuk membedakan antara penyumbatan dan kejang arteri, dilakukan pemeriksaan laboratorium sebelum dan setelah penderita terpapar oleh dingin.


PENGOBATAN
Penderita dapat mengendalikan penyakit Raynaud yang ringan dengan melindungi tubuh, lengan dan tungkainya terhadap dingin dan dengan meminum obat tidur yang ringan. Penderita harus berhenti merokok karena nikotin menyebabkan pengkerutan pembuluh darah. Untuk beberapa penderita, teknik relaksasi (misalnya biofeedback), bisa mengurangi kejang.

Penyakit Raynaud biasanya diobati dengan prazosin atau nifedipine. Bisa juga diberikan phenoxybenzamine, metildopa atau pentoxifylline.

Jika terjadi cacat dan tidak dapat diatasi dengan pengobatan lainnya, dilakukan pemotongan saraf simpatis untuk mengurangi gejala, tetapi berkurangnya gejala hanya berlangsung selama 1-2 tahun. Pembedahan ini (simpatektomi), biasanya lebih efektif dilakukan pada penderita penyakit Raynaud, bukan pada fenomena Raynaud.

Fenomena Raynaud diobati dengan mengobati penyakit penyebabnya. Bisa diberikan phenoxybenzamine. Obat-obat yang menyebabkan pengkerutan pembuluh darah (misalnya beta blocker, clonidine dan preparat ergot) bisa memperburuk fenomena Raynaud.
Selengkapnya → Penyakit Raynaud & Fenomena Raynaud

Penyakit Arteri Tungkai & Lengan

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Arteri di tungkai merupakan percabangan dari 2 cabang utama arteri abdominalis yang menuju ke tungkai (arteri iliaka). Penyakit pada arteri tungkai dan lengan bisa merupakan suatu penyempitan atau penyumbatan arteri (aterosklerosis) atau penyakit pembuluh darah perifer.


GEJALA
Pada penyempitan arteri tungkai yang terjadi secara perlahan, gejala pertamanya adalah nyeri, sakit, kram atau rasa lelah pada otot kaki selama melakukan aktivitas; atau disebut dengan klaudikasio intermiten. Bila berjalan, otot terasa sakit dan rasa nyeri lebih cepat timbul dan lebih berat jika penderita berjalan cepat atau mendaki. Yang paling sering terasa nyeri adalah betis; tetapi juga bisa mengenai kaki, paha, pinggul atau bokong, tergantung kepada lokasi penyempitan.

Nyeri bisa dikurangi dengan istirahat. Biasanya setelah 1-5 menit duduk atau berdiri, penderita bisa menempuh jarak yang sama dengan seperti sebelumnya, sebelum kemudian akan merasa sakit lagi. Nyeri yang sama pada saat melakukan aktivitas juga bisa disebabkan oleh penyempitan arteri di lengan. Sejalan dengan bertambah buruknya penyakit, jarak yang dapat ditempuh oleh penderita dalam keadaan tidak nyeri, menjadi lebih pendek. Pada akhirnya otot terasa sakit meskipun dalam keadaan istirahat.

Nyeri biasanya dimulai di tungkai bawah atau kaki, sifatnya berat dan menetap, dan akan memburuk jika penderita mengangkat tungkainya. Karena nyerinya penderita sering tidak dapat tidur. Untuk mengurangi nyeri, penderita bisa menggantung kakinya di samping tempat tidur atau istirahat duduk dengan kaki tergantung ke bawah.

Kaki yang sangat kekurangan aliran darah biasanya dingin dan mati rasa. Kulitnya mungkin kering dan bersisik dan kuku serta rambut tidak tumbuh dengan baik. Sejalan dengan bertambah buruknya penyumbatan, bisa timbul luka terbuka, terutama di jari kaki atau tumit dan kadang di tungkai bawah, terutama setelah mengalami cedera. Tungkai juga bisa mengecil. Penyumbatan yang sangat parah bisa menyebabkan kematian jaringan (gangren).

Penyumbatan total yang terjadi secara tiba-tiba pada arteri tungkai atau lengan, menimbulkan nyeri yang hebat, kedinginan dan mati rasa. Tungkai penderita tampak pucat atau kebiruan (sianotik). Denyut nadi di bawah bagian yang tersumbat tidak teraba.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik dimana denyut nadinya lemah atau sama sekali tidak teraba pada titik-titik tertentu di tungkai. Untuk menilai aliran darah yang menuju ke tungkai, dilakukan perbandingan dari tekanan darah di pergelangan kaki dan tekanan darah di lengan. Dalam keadaan normal, tekanan di pergelangan kaki minimal sebesar 90% dari tekanan di lengan; pada penyempitan yang berat, bisa mencapai kurang dari 50%.

Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan berikut:

  1. USG Doppler: suatu penguji ditempatkan diatas kulit dari arteri yang mengalami penyumbatan dan suara aliran darah yang terjadi menunjukkan beratnya penyumbatan
  2. Color Doppler: menghasilkan gambar dari arteri yang menunjukkan laju aliran yang berbeda dalam warna yang berbeda
  3. Angiografi: larutan yang bersifat opak (tidak tembus cahaya) terhadap sinar X disuntikkan ke dalam arteri. Kemudian dilakukan pemotretan rontgen untuk melihat kecepatan aliran darah, garis tengah arteri dan berbagai penyumbatan. Angiografi bisa diikuti dengan angioplasti untuk membuka arteri.

PENGOBATAN
Jika memungkinkan, penderita klaudikasio intermiten harus berjalan minimal selama 30 menit/hari. Jika timbul nyeri, harus berhenti sampai nyerinya hilang dan kemudian berjalan lagi. Dengan melakukan hal tersebut, biasanya penderita bisa menambah jarak tempuh dimana mereka dapat berjalan dengan nyaman; hal ini terjadi kemungkinan karena latihan dapat memperbaiki fungsi otot dan membuat pembuluh darah lain yang memasok darah ke otot, tumbuh lebih besar.

Penderita penyumbatan sebaiknya tidak mengkonsumsi tembakau dalam bentuk apapun. Mengangkat kepala tempat tidur setinggi 10-15 cm dengan balok, bisa membantu meningkatkan aliran darah ke tungkai.

Bisa diberikan obat seperti pentoxifylline sebagai usaha untuk memperbaiki pengiriman oksigen ke otot. Obat lainnya yang bisa diberikan adalah antagonis kalsium atau aspirin.


Perawatan Kaki

Tujuan dari perawatan kaki adalah melindungi peredaran darah ke kaki dan mencegah komplikasi dari peredaran darah yang buruk. Penderita dengan ulkus (luka terbuka, borok) di kaki memerlukan perawatan yang cermat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut yang menyebabkan perlunya dilakukan amputasi.

Luka harus dijaga agar tetap bersih, dibersihkan setiap hari dengan sabun yang ringan atau larutan garam dan ditutup dengan perban yang bersih dan kering. Penderita mungkin perlu menjalani tirah baring diatas tempat tidur yang bagian kepalanya lebih tinggi. Penderita yang juga menderita diabetes juga harus mengendalikan kadar gula darah sebaik mungkin. Bila setelah sekitar 7 hari, luka tidak juga membaik, segera hubungi dokter.

Seringkali diberikan salep antibiotik. Jika luka mengalami infeksi, biasanya antibiotik juga diberikan per-oral (lewat mulut). Penyembuhan baru akan terjadi setelah beberapa minggu bahkan beberapa bulan.


Angioplasti

Angioplasti seringkali dilakukan segera setelah angiografi. Dimasukkan sebuah selang dengan sebuah balon di ujungnya ke dalam bagian arteri yang menyempit dan kemudian balon digembungkan untuk menghilangkan penyumbatan. Prosedur ini tidak menimbulkan nyeri tetapi penderita mungkin merasa tidak nyaman karena harus berbaring cukup lama di atas meja rontgen yang keras. Diberikan obat tidur ringan, bukan anetesi total.

Sesudah prosedur ini bisa diberikan heparin untuk mencegah pembentukan bekuan darah di daerah tersebut. Bisa juga diberikan penghambat platelet seperti aspirin, untuk mencegah pembekuan. Untuk mengetahui hasilnya dan untuk meyakinkan bahwa penyempitan tidak terjadi lagi, dilakukan pemeriksaan USG.

Angioplasti tidak dapat dilakukan jika:
- penyempitannya luas
- menyebar ke tempat yang jauh
- arteri sangat mengeras.

Pembedahan perlu dilakukan jika:
- suatu bekuan darah terbentuk di daerah yang menyempit
- suatu bekuan pecah dan menyumbat arteri yang lebih jauh
- darah meresap ke dalam lapisan arteri, menyebabkan arteri menonjol dan menutup aliran darah
- terjadi perdarahan (biasanya karena heparin yang diberikan untuk mencegah pembekuan).

Selain balon, alat lainnya juga digunakan untuk mengurangi penyumbatan, seperti laser, pisau mekanik maupun selang ultrasonik.


Pembedahan

Pembedahan seringkali mampu mengurangi gejala, menyembuhkan luka terbuka dan mencegah dilakukannya tindakan amputasi. Kadang dilakukan pengangkatan suatu bekuan jika hanya suatu daerah kecil yang tersumbat. Atau dilakukan pencangkokan bypass, dimana suatu tabung yang terbuat dari bahan sintetik atau dari vena bagian tubuh yang lain, dihubungkan pada arteri yang tersumbat, di atas dan di bawah penyumbatan.

Pendekatan lainnya adalah dengan mengangkat bagian yang tersumbat atau menyempit dan menggantinya dengan suatu cangkokan. Memotong saraf di dekat penyumbatan (simpatektomi), akan mencegah kejang arteri dan sangat membantu dalam beberapa kasus. Jika perlu bisa dilakukan amputasi untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi, mengurangi nyeri yang terus menerus atau menghentikan gangren yang semakin memburuk; diusahakan untuk mengangkat sesedikit mungkin tungkai, terutama jika penderita merencanakan untuk menggunakan anggota gerak buatan.


PENCEGAHAN
Seseorang yang memiliki aliran darah yang buruk ke kaki, hendaknya melakukan beberapa tindakan pencegahan berikut:
  1. Setiap hari memeriksa kaki apakah terdapat retakan, luka terbuka, kutil atau kapalan
  2. Setiap hari mencuci kaki dengan air hangat dan sabun yang ringan, lalu mengeringkannya
  3. Untuk kulit yang kering, gunakan pelumas (misalnya lanolin)
  4. Untuk menjaga agar kaki tetap kering, gunakan bedak bubuk yang tidak mengandung obat
  5. Guntinglah selalu kuku-kuku ibu jari, tetapi jangan terlalu pendek
  6. Obati kutil dan kapalan
  7. Jangan menggunakan bahan kimia yang lengket maupun yang terlalu keras
  8. Gantilah kaos kaki atau stoking setiap hari
  9. Jangan menggunakan stoking yang ujungnya terlalu ketat
  10. Untuk menjaga agar kaki tetap hangat, gunakanlah kaos kaki wol yang longgar
  11. Jangan gunakan botol air panas atau bantalan pemanas
  12. Gunakan sepatu yang nyaman dan memiliki ruang yang cukup untuk jari-jari kaki
  13. Jika kaki memiliki kelainan bentuk, gunakanlah sepatu khusus
  14. Jangan menggunakan sepatu terbuka atau berjalan tanpa alas kaki.
Selengkapnya → Penyakit Arteri Tungkai & Lengan

Susu Keledai Penurun Kolesterol

Diposting oleh Unknown on Minggu, 21 Juli 2013

susuSusu sapi, susu kambing, atau susu kedelai mungkin sudah biasa dikonsumsi, tetapi bagaimana dengan susu dari keledai? Para peneliti mengungkapkan susu keledai jauh lebih bernutrisi daripada susu sapi dan mengandung sedikit lemak.

Para peneliti dari Universitas Naples, Italia, melakukan perbandingan antara susu keledai dengan susu sapi. Hasilnya, susu keledai mengandung lebih sedikit lemak dan mengandung asam lemak omega-3 yang bisa membantu menurunkan kolesterol.

Dalam penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan, diketahui hewan yang diberi susu keledai memiliki kadar lemak darah trigliserida lebih rendah dan sistem metabolik mereka tidak stres.

Kadar trigliserida dan kolesterol yang tinggi merupakan pemicu penyempitan pembuluh arteri sehingga aliran darah tersumbat. Kondisi ini bisa memicu serangan jantung dan stroke.

Para peneliti juga menemukan susu keledai mengandung kalsium tinggi, hampir sama dengan susu manusia, serta bisa dipakai pada anak-anak yang alergi pada susu sapi.

Dalam presentasi yang dilakukan pada European Congress on Obesity di Turki, para peneliti juga menyatakan konsumsi susu keledai bisa digiatkan.

Meski susu keledai ini sudah biasa dikonsumsi di Italia, tetapi susu ini relatif sulit ditemui di negara lain.
Selengkapnya → Susu Keledai Penurun Kolesterol

Microcehalus

Diposting oleh Unknown

DESKRIPSI
Mikrosefalus adalah suatu kondisi medis di mana lingkar kepala lebih kecil daripada ukuran normal karena otak tidak berkembang dengan baik atau telah berhenti tumbuh. Mikrosefalus nampak pada saat kelahiran atau mungkin berkembang dalam beberapa tahun pertama kehidupan.

Hal ini paling sering disebabkan oleh gangguan kelainan genetik yang mengganggu pertumbuhan korteks serebral selama bulan-bulan awal perkembangan janin. Hal ini terkait dengan sindrom Down, sindrom kromosom, dan sindrom neurometabolic. Bayi mungkin dilahirkan dengan microcephaly jika selama kehamilan ibu memiliki kebiasaan menyalahgunakan obat-obatan atau alkohol, terinfeksi cytomegalovirus, virus rubela, teracuni bahan kimia tertentu.


GEJALA
gejala yang muncul pada bayi:
# keterbelakangan mental,
# tertunda fungsi motorik dan bicara,
# kelainan wajah
# perawakan pendek,
# hiperaktif
# kejang,
# kesulitan dengan koordinasi dan keseimbangan
# kelainan neurologis.


PERAWATAN
Tidak ada pengobatan untuk microcephaly yang dapat mengembalikan kepala anak ke ukuran normal atau bentuk. Perawatan berfokus pada cara-cara untuk mengurangi dampak neurologis terkait cacat dan cacat. Anak-anak dengan keterlambatan perkembangan microcephaly dan biasanya dievaluasi oleh pediatrik neurolog dan diikuti oleh tim manajemen medis.
Selengkapnya → Microcehalus

Penyakit Huntington

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Penyakit Huntington (korea Huntington) adalah suatu penyakit keturunan dimana sentakan atau kejang dan hilangnya sel-sel otak secara bertahap mulai timbul pada usia pertengahan dan berkembang menjadi korea, atetosis serta kemunduran mental.

Penyakit ini mulai secara samar-samar, sehingga usia pertama kali terjadinya penyakit ini sulit ditentukan. Gejala biasanya mulai muncul pada usia 35-40 tahun.


PENYEBAB
Gen untuk penyakit Huntington bersifat dominan; anak-anak dari orang tua yang menderita penyakit ini memiliki peluang sebesar 50% untuk menderita penyakit Huntington.


GEJALA
Pada stadium awal penyakit ini, gerakan abnormal bercampur dengan gerakan yang sedang dilakukan oleh penderita sehingga gerakan abnormal tersebut hampir tidak diperhatikan. Tetapi lama-lama gerakan abnormal ini semakin jelas.

Pada akhirnya gerakan abnormal yang terjadi akan mempengaruhi seluruh tubuh sehingga hampir tidak mungkin penderita melakukan kegiatan makan, berpakaian dan bahkan duduk terdiam.

Perubahan mental pada awalnya samar-samar. Penderita secara bertahap menjadi mudah tersinggung dan mudah gembira, mereka bisa kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-harinya. Selanjutnya penderita menjadi tidak bertanggungjawab dan seringkali bepergian tanpa tujuan yang pasti. Penderita kehilangan kendali terhadap hasratnya dan menjadi promiskuitas (melakukan hubungan seksual dengan siapa saja.

Bertahun-tahun kemudian, penderita akan kehilangan ingatannya dan kehilangan kemampuannya untuk berfikir secara rasional. Penderita mengalami depresi berat dan melakukan usaha bunuh diri.

Pada stadium lanjut, hampir semua fungsi penderita mengalami gangguan dan penderita memerlukan bantuan orang lain untuk melakukan fungsinya. Kematian seringkali dipicu oleh pneumonia atau karena terjatuh, yang biasanya terjadi 13-15 tahun setelah timbulnya gejala pertama.


DIAGNOSA
Pada pemeriksaan CT scan akan tampak perubahan yang khas di dalam otak.


PENGOBATAN
Obat-obatan hanya membantu mengurangi gejala dan mengendalikan perilaku penderita, tetapi tidak dapat menyembuhkan penyakit ini.


PENCEGAHAN
Untuk keluarga dengan riwayat penyakit Huntington, sebaiknya melakukan penyuluhan genetik dan pemeriksaaan untuk mengetahui resiko menurunkan penyakit ini kepada anak-anaknya.
Selengkapnya → Penyakit Huntington

Penyakit Kista Meduler

Diposting oleh Unknown on Senin, 15 Juli 2013

DEFINISI
Penyakit Kista Meduler adalah suatu penyakit dimana gagal ginjal terjadi bersamaan dengan terbentuknya kista jauh di dalam ginjal.


PENYEBAB
Penyakit kista meduler bisa merupakan penyakit keturunan atau cacat bawaan.


GEJALA
Gejala biasanya mulai timbul sebelum usia 20 tahun, gejalanya bervariasi dan pada beberapa penderita gejalanya baru timbul di kemudian hari. Penderita mengeluarkan sejumlah besar air kemih karena ginjal tidak memberikan respon terhadap hormon antidiuretik, yang dalam keadaan normal mengirimkan sinyal ke ginjal untuk memekatkan air kemih. Hal ini bisa menyebabkan terbuangnya natrium dalam jumlah besar sehingga penderita memerlukan asupan cairan dan garam yang banyak.

Pada anak-anak sering ditemukan keterbelakangan mental dan penyakit tulang.Penyakit ini timbul secara perlahan selama bertahun-tahun dan tubuh mengkompensasinya dengan baik sehingga masalah ini seringkali tidak disadari sampai terjadinya gagal ginjal stadium lanjut.


DIAGNOSA
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa fungsi ginjal buruk. Foto rontgen menunjukkan ginjal yang berukuran kecil. Dengan USG dapat ditemukan adanya kista jauh di dalam ginjal, meskipun kistanya sangat kecil.


PENGOBATAN
Jika terjadi gagal ginjal, maka dilakukan dialisa atau pencangkokan ginjal.
Selengkapnya → Penyakit Kista Meduler

Penyakit Ginjal Polikista

Diposting oleh Unknown

DEFINISI
Penyakit Ginjal Polikista adalah suatu penyakit keturunan diamana pada kedua ginjal ditemukan banyak kista, ginjal menjadi lebih besar tetapi memiliki lebih sedikit jaringan ginjal yang masih berfungsi. Kista adalah suatu kantung tertutup yang dilapisi oleh jaringan epitel dan berisi cairan atau bahan setengah padat.


PENYEBAB
Kelainan genetik yang menyebabkan panyakit ini bisa bersifat dominan maupun resesif. Artinya penderita bisa memiliki 1 gen dominan dari salah satu orangtuanya atau 2 gen resesif dari kedua orangtuanya. Penderita yang memiliki gen dominan biasanya baru menunjukkan gejala pada masa dewasa; penderita yang memiliki gen resesif biasanya menunjukkan penyakit yang berat pada masa kanak-kanak.


GEJALA
Pada anak-anak, penyakit ginjal polikista menyebabkan ginjal menjadi sangat besar dan perutnya membuncit. Bayi baru lahir yang menderita penyakit berat bisa meninggal segera setelah dilahirkan, karena gagal ginjal pada janin menyebabkan terganggunya perkembangan paru-paru. Penyakit ini juga menyerang hati. Pada usia 5-10 tahun, penderita cenderung mengalami tekanan darah tinggi di dalam pembuluh darah yang menghubungkan usus dengan hati (sistem portal). Pada akhirnya bisa terjadi gagal hati dan gagal ginjal.

Pada dewasa, penyakit ginjal polikista berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala mulai muncul pada awal atau pertengahan masa dewasa, meskipun kadang penyakit ini tidak diketahui sampai saat penderitanya meninggal. Gejalanya berupa nyeri punggung, darah dalam air kemih (hematuria), infeksi dan nyeri kram hebat akibat batu ginjal (kolik renalis). Pada penderita lain yang memiliki lebih sedikit jaringan ginjal yang berfungsi bisa terjadi kelelahan, mual, berkurangnya pembentukan air kemih dan gejala lainnya akibat gagal ginjal.

Infeksi menahun akan memperburuk gagal ginjal. Separuh penderita memiliki tekanan darah tinggi. Sekitar sepertiga penderita juga memiliki kista di dalam hatinya, tetapi kista ini tidak mempengaruhi fungsi hati. Lebih dari 20% penderita memiliki pembuluh darah yang melebar di tengkoraknya dan 75% dari mereka pada akhirnya mengalami perdarahan otak (perdarahan subaraknoid).


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat keluarga dan gejala-gejalanya. Jikapenyakit telah mencapai stadium lanjut dan ginjal sangat membesar, maka diagnosisnya sudah pasti. USG dan CT scan menunjukkan gambaran ginjal dan hati yang sudah dimakan ngengat akbiat kista.


PENGOBATAN
Lebih dari separuh penderita akan mengalami gagal ginjal di kemudian hari. Mengobati infeksi dan tekanan darah tinggi bisa memperpanjang harapan hidup penderita. Untuk mengatasi gagal ginjal, dilakukan dialisa atau pencangkokan ginjal.
Selengkapnya → Penyakit Ginjal Polikista